Showing posts with label Teknik Reservoir. Show all posts
Showing posts with label Teknik Reservoir. Show all posts

Monday, 18 April 2016

100 Tahun Sejarah Minyak Bumi di Indonesia

Sejarah Minyak Bumi di Indonesia 
(100 tahun s/d 1980) 


Di Sumatra 
1871 : Seorang pedagang Belanda di Cirebon, Jan Reerink merupakan orang 
pertama  yang  mencoba  melakukan  eksplorasi  minyak  di  Indonesia 
(dulu Hindia Belanda) 
- Mulai mengebor sumur di Cibodas, sebuah desa dekat Majalengka dan  Kadipaten, di kaki gunung Cireme, hasilnya gagal. 
- Kemudian ia melakukan pengeboran di desa Panais, Majalengka,  Cipinang dan Palimanan, dengan mengunakan tenaga uap yang 
didatangkan dari Canada, menghasilkan minyak yang sangat kental 
disertai dengan air panas yang mancur setinggi 15 meter. 

1876 : Dengan tidak mendapat pinjaman modal dari Nederlandsche Handel 
Maatschappij, ia menyerah dan kembali ke usaha dagang sebelumnya. 

1880 : Aeilko Jans Zijker, seorang petani tembakau yang pindah dari Jawa 
ke Sumatra; di Langkat ia menemukan minyak yang merembes ke 
permukaan, kemudian minyak yang sudah menguap tersebut dibawa 
ke Jakarta (dulu Batavia) untuk dianalisis, dan dari hasil penyulingan 
minyak tersebut menghasilkan 59 % minyak untuk penerangan. 

1882 : Zijker mencari dana ke negeri Belanda untuk explorasi minyak di 
Sumatra Utara. 

1883 : Zijker mendapat konsesi Telaga Said dari Sultan Langkat. 

1884 : Zijker mulai mengebor sumur pertama, ternyata gagal. 

1885 : Sumur kedua, dinamakan Telaga Tunggal, berhasil menemukan 
minyak di kedalaman 22 meter, dan sumber utamanya di kedalaman 
120 meter. 

1890 : Zijker  memindahkan  konsesinya  ke  Royal  Dutch  Petroleum, 
Zijker meninggal Desember 1890 dengan tiba-tiba di Singapore. 
Kepemimpinan perusahaan digantikan oleh De Gelder yang berkantor 
di Pangkalan Brandan. Fasilitas lainnya dipasang di Pangkalan Susu. 

1892 : Kilang Pangkalan Brandan dibangun, selesai dan mulai berproduksi 
dari hasil minyak ladang Telaga Said. 

1914 : NIAM (Nederlandshe Indische Aardolie Maatschappij) mendapat 
konsesi di Jambi dan di Bunyu, Kalimantan. 

Riwayat Stanvac 
1914 : NKPM anak perusahaan Standard New Jersey menemukan ladang 
Talang Akar di Sumatra Selatan, yang berkembang menjadi ladang 
minyak terbesar yang ditemukan sebelum PD-2. 

1926 : Untuk mengolah minyak Talang akar NKPM membangun kilang di 
Sungai Gerong, Palembang. Pipa transmisi juga dibangun dari 
Lapangan Talang Akar ke Kilang Sungai Gerong dan selesai, 
kemudian  digunakan  bersama  pengoperasian  kilang  mulai  bulan 
Mei 1926 dengan kapasitas awal 3500 barrel perhari. 

1933 : Standard Oil New Jersey menyatukan sahamnya dengan NKPM 
menjadi Standard Vacuum Petroleum Maatschappij (SVPM), yang 
kemudian diubah namanya menjadi PT Stanvac. Perusahaan ini 
adalah hasil penyatuan produksi dan pengilangan Standard of New 
Jersey dengan jaringan pemasaran yang luas, kepunyaan Socony 
Vacuum (Standard of New York, sekarang menjadi MOBIL OIL) di 
seluruh Asia, Australia dan Afrika Timur. 
Dengan terbentuknya perusahaan baru ini dan penemuan dari ladangladang baru, pemasangan pipa tambahan (looping) baru dilakukan dan 
kilang minyak Sungai Gerong diperbesar kapasitasnya menjadi 
40.000 bpd pada tahun 1936 dan menjadi 46.000 bpd mulai tahun 
1940. 
Ladang minyak Lirik diketemukan di tahun-tahun sebelum penyerbuan 
Jepang, pada Perang Dunia ke-2. 

Riwayat Caltex 
1924 : Standard  of  Callifornia  mengirimkan  geologistnya  ke  Indonesia 
tahun 1924. 

1930 : Kemudian membentuk anak perusahaan yang dinamakan 
Nederlandsche Pacific Petroleum Maatschappij (NPPM). 

1936 : NPPM diberi konsesi di daerah Rimba, dikenal dengan Rokan Block, 
Sumatra Tengah, yang sebelumnya ditolak oleh Standard of New 
Jersey. 
Standar of California bersekutu dengan Texaco untuk mengelola dan 
sebagai pemilik bersama dengan nama baru yaitu California Texas 
Oil Co. (Caltex) 

1939 : Sumur eksplorasi pertama (Rokan Block) di Sebanga, 65 km utara 
Pekanbaru, menunjukkan adanya minyak, kemudian mereka 
menemukan juga minyak di Duri. 

1940 : Pada waktu Caltex sedang mempersiapkan menara pengeboran 
untuk Ladang Minas yang menjanjikan, Jepang datang menyerbu ke 
Sumatra Utara. 

1943 : Menara pengeboran kemudian dimanfaatkan oleh Jepang untuk 
melaksanakan pengeboran struktur Minas, dengan kedalaman 700 
meter, menghasilkan 800 bpd. 
Peran Ladang Minas setelah dikembangkan menjadi salah satu dari 
20 atau 30 ladang minyak raksasa di dunia. 

Di Jawa 
1886 : Seorang insinyur muda di Semarang bernama Andrian Stoop, 
berhasil mendapatkan izin dari Gubernur Jendral untuk mengadakan 
penyelidikan di Amerika Serikat tentang pengeboran minyak. Dia 
berhasil mendapatkan banyak informasi yang berguna dan kemudian 
menyusun laporan penting tentang industri minyak di Amerika Utara. 

1887 : Stoop mendirikan perusahaan baru di Surabaya untuk eksplorasi dan 
pengembangan minyak di Jawa yang dinamakan Dordtsche Petroleum 
Maatschappij. ia melakukan pengeboran pertama di dekat Surabaya . 
Waktu itu Surabaya terkenal dengan perembesan minyak ke 
permukaan; minyak ini digunakan untuk menyamak kulit dan dijual 
sebagai obat. 

1890 : Kilang Wonokromo dibangun. 

1893 Minyak pelumas pertama dibuat di Wonokromo. 

1894 Kilang Cepu dibangun. 

1897 Shell Transport dan Trading Company Ltd. Didirikan. 

1899Jan Stoop mengemudikan "mobil yang mengunakan bahan bakar 
gasolin
"dari Surabaya ke Cepu.

1914NKPM (Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij) anak 
perusahaan Standard Oil of New Jersey, masuk lapangan, 
menemukan minyak untuk pertama kali di Cepu. 

di Kalimantan 
1897Menten Mengebor sumur pertama di Kutai, Kalimantan. 

1899 Shell Transport & Trading Ltd. membuat Kilang di Balikpapan. 

1905 Royal Dutch menemukan minyak di Tarakan. 

1907Royal Dutch dan Shell bergabung. 

1908 Proses pembuatan lilin dimulai di Balikpapan. 

1908 Penggunaan pertama kali gaslifting di kampung Minyak. 

1913  Pabrik drum dan kaleng dibangun di Balikpapan. 

1925 Aerial photo diintroduksikan untuk eksplorasi minyak. 

1929 Shell mengintroduksikan electric well logging.

di Irian Jaya/Papua 
1928 Shell telah memulai melakukan survey di Irian. 
Pemerintah pada m a s a itu menghimbau kepada Shell bersama 
Stanvac (Standard of New Jersey dan Standard of New York) dan 
Caltex (Standard of California dan Texaco) untuk mengumpulkan 
dana  untuk  mengekplorasi  Irian  Jaya  dan  membentuk 
N.V. Nederlansch Nieuw Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM). 

1935 Setelah mencapai kesepakatan, pembagian sahamnya menjadi 
sebagai berikut: Shell dan Stanvac masing-masing 40% sedangkan 
sisanya yang 20% dipegang oleh Far East Pacific  Investment Co. 
(anak perusahaan Caltex) 
Usaha patungan itu dikelola oleh Shell karena mereka telah 
melakukan survey sejak tahun 1928. Pemerintah waktu itu 
memberikan hak konsesi khusus selama 50 tahun.. 
Waktu melakukan eksplorasi NNGPM menghadapi banyak kendala, 
daerahnya terpencil dan tanahnya sukar dirambah, cuaca selalu hujan 
hampir setiap hari, tenaga kerja yang harus didatangkan dari luar 
Irian. Perusahaan hanya menemukan ladang yang kecil-kecil, tidak 
menemukan ladang yang besar sebelum 1942. Mereka terpaksa harus 
meninggalkan daerah tanpa menghasilkan produksi yang komersil 
atas penanaman modal jutaan dollar. 

Catatan: 
Riwayat Perminyakan di Indonesia ini diambil dari buku kecil " Peringatan 100 
Tahun Minyak Bumi di Indonesia", yang diterbitkan di tahun 1985. Jadi 
perkembangan sesudahnya tidak diikutsertakan. 

Thursday, 18 September 2014

Eksplorasi Seismik

                Gelombang seismik adalah rambatan energi yang disebabkan karena adanya gangguan di dalam kerak bumi, misalnya adanya patahan atau adanya ledakan. Energi ini akan merambat ke seluruh bagian bumi dan dapat terekam oleh seismometer.

Efek yang ditimbulkan oleh adanya gelombang seismik dari gangguan alami (seperti: pergerakan lempeng (tektonik), bergeraknya patahan, aktivitas gunung api (vulkanik), dsb) adalah apa yang kita kenal sebagai fenomena gempa bumi.
Eksplorasi seismik adalah istilah yang dipakai di dalam bidang geofisika untuk menerangkan aktivitas pencarian sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan bantuan gelombang seismik, sumber gelombang di eksplorasi seismik ini berasal dari explosive yang ditanamkan di dalam sebuah lobang atau dari alat vibarator (alat getar). Hasil rekaman yang diperoleh dari survei ini disebut dengan penampang seismik.
Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan adanya jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya.
Di dalam eksplorasi seismik dikenal 2 macam metode, yaitu:
  1. Metode seismik pantul/refleksi
  2. Metode seismik bias/refraksi
Dalam beberapa tahun ini, eksplorasi seismik di Indonesia sangat gencar, dikarenaka ketersedian bahan bakar minyak yang dibutuhkan tidak sesuai dengan hasil produksi minyak kita saat ini. 

Seismik Refraksi

Seismik Refleksi

Skema Akusisi Data Seismik

Gelombang Seismik

Peralatan Seismic Drilling

Peralatan yang digunakan oleh seismic drilling diantaranya adalah:

A. Mesin Power Rig
Adalah mesin pemutar bor yang digunakan pada pemboran. Mesin ini sesuai untuk melakukan pengeboran dengan kedalaman 22 sampai 30 m. Membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak. Dapat menembus batuan lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan rotari.

power rig

B. Mesin Devey Pump
Alat ini berfungsi untuk menyedot air dan mengalirkannya ke lokasi pengeboran.
devey pump


C. Mesin Mud Pump
Mud Pump berfungsi untuk menyedot air yang bercampur dengan cutting pemboran dan mengalirkannya menuju pipa bor. Lumpur ini berfungsi untuk menekan tanah agar gembur, mengangkat cutting hasil pengeboran dan melindungi mata bor agar tidak bergesekan langsung dengan batuan. Jika lubang bor sangat dalam, maka mesin mud pump dapat dirangkai secara seri untuk memperbesar tekanan.
mud pump
D. King Swivel
Alat ini digunakan untuk menyambung selang dari mud pump ke pipa bor. King swivel tidak dilakukan pada pengeboran dengan menggunakan power rig dan× Jackro. King swivel digunakan pada pengeboran dengan metode flushing.

E. Pipa Bor
Pipa bor berguna untuk mengalirkan air atau lumpur ke dalam lubang bor selama pengeboran. Pipa bor memiliki panjang 1,5 m dengan persambungan pada kedua ujungnya.

pipa bor

F. Mata Bor
Mata bor berguna untuk mengikis tanah atau batuan pada lubang bor. Pada mata bor terdapat lubang untuk mengalirkan air atau lumpur.
Drag bit

G. Tripus
Tripus adalah mata bor khusus yang terbuat dari intan kasar. Mata bor ini digunakan untuk menghancurkan batuan keras, tetapi tidak bisa bekerja pada batuan halus atau tanah lembut


Tripus
 H. Kunci Inggris
Alat ini digunakan untuk menyambung dan melepaskan pipa bor. Selain itu juga difungsikan untuk mengangkat dan melepaskan pipa bor.
I. Fire Hose
Fire Hose adalah selang air yang digunakan untuk mengalirkan air ke tempat pengeboran.



fire hose

J. Polimer
Polimer digunakan untuk menghindari terjadinya keruntuhan pada dinding lubang bor. Cairan ini digunakan dengan cara mencmpurkannya dengan air atau lumpur yang akan dimasukkan ke dalam pipa bor. Cairan ini sangat dibutuhkan terutama pada tanah yang berpasir.
Polymer

K. Ginagol
Alat ini digunakan untuk menyaring air atau lumpur yang akan dimasukkan ke dalam pipa bor.

L. Lastok
Alat ini berupa pipa yang digunakan untuk memasukkan bahan peledak ke dalam lubang pengeboran. Lastok terbuat dari bahan alumunium untuk menghindari timbulnya api, yang dapat menyulut bahan peledak, akibat gesekan.

M. Dummie Load
Dummie load berfungsi untuk memeriksa kebersihan dan kedalaman lubang bor. Dummie load memiliki bentuk silinder panjang yang memiliki diameter hanya sedikit lebih kecil dari pada diameter lubang bor.

N. Daya Gel
Daya Gel adalah salah satu jenis bahan peledak yang berbentuk gel. Daya Gel berbentuk batang dengan panjang 0,25 m, diameter 3 inci, dan berat 0,5 kg. Daya Gel dikemas dalam plastik dan diberikan lapisan lilin agar terlindungi dari air. Daya Gel merupakan bahan peledak pasif karena membutuhkan stimulant dari detotator agar dapat meledak.

O. Detonator
Detonator adalah bahan peledak aktif yang berfungsi sebagai sumbu ledak. Detonator dapat meledak apabila diberikan tegangan di atas 6 volt. Proses peledakannya adalah sebagai berikut:
- Detonator dimasukkan ke dalam Daya Gel
- Kabel detonator diberikan arus listrik
- Detonator meladak akibat arus listrik tersebut
- Daya Gel meledak karena dipicu oleh ledakan detonator

P. Speedy Loader
Speedy loader berupa plastik berbentuk kerucut yang dipasang bersama× Gel dan detonator. Speedy loader berbentuk kerucut di pasang di bagian depan× Gel yang berfungsi untuk mempermudah bahan peledak untuk dimasukkan ke dalam lubang bor.

Q. O Ring
O Ring adalah cincin besar yang terbuat dari plastik untuk mengikat kabel detonator. Fungsinya adalah untuk mempermudah dalam mengambil kabel detonator yang ditanam di dalam lubang bor.
R. Anchor
Ancor adalah besi yang dipasang di bagian luar bahan peledak yang berfungsi untuk menahan bahan peledak agar tidak terdorong kelaur lubang bor.

Geophones dan SMT Test

Geophones dan smt test



TYPE STRING GEOPHON
Standard (male)
Reversible (male-male)
Extension (male-female)








Parameter geophone jenis sg-10





Untuk melihat kondisi geophone yang digunakan dalam keadaan yang masih baik atau layak 
digunakan, dilakukan proses SMT.





Didalam test smt ini menggunakan instrument smt-300. Yang akn diketahui dalam test ini adalah resistansi coil geophone dan sesnsitivitas geophone. Nilai dari resistansi dan sensitivitasnya harus sesuai dengan yang dikeluarkan dari pabrik, minimal toleransinnya  2.5 persen dari nilai resistansi dan sensitivitas dari pabrik.

Amplitudo dan fase Spektrum dari fungsi kecepatan transfer geopon .
Frekuensi resonansi adalah 10 Hz dan rasio redaman/damping adalah 0,7.



Amplitudo dan fase Spektrum dari fungsi kecepatan transfer geopon .
Resonant frequency adalah 10 Hz and damping ratio is 0.7.


Ricker displacement wavelet (blue circles) at 25 Hz, kecepatan wavelet (green
squares), and acceleration wavelet (red triangles).











SEKILAS PEKERJAAN SEISMIK



Survey GPS dan penanaman BM bench mark
Pelaksanaan survei GPS merupakan pekerjaan pertama yang dilakukan pada pekerjaan survey seismik ini. Volume pekerjaan survei GPS terdiri dari penanaman BM GPS dan pengamatan
baseline GPS. 



Survey topography
Pengukuran lintasan dilakukan dengan metode stake out, yaitu memindahkan
koordinat teoritik Shot Point dan Trace ke lapangan. Posisi Shot Point dan Trace
ditandai dengan patok kecil dari bambu ukuran 10 cm dengan warna merah untuk Shot
Point dan biru untuk Trace, serta patok panjang 1.5 m untuk penomoran Shot Point
dan Trace.



Drilling menggunakan metoda rotary, yaitu menggunakan power rig dan flushing. Setelah lobang bor siap, kru preloading mengisi lobang tersebut dengan explosive sesuai dengan charge yang ditentukan.




PARAMETER AKUISISI SEISMIK

      1. Offset terjauh (far offset) dan offset terdekat (near offset)
Offset terjauh (Far offset)
Offset terjauh berhubungan dengan kedalaman target yang kita inginkan, semakin dalam target yang kita inginkan semakin panjang channel/ bentangan geophone yang dibutuhkan. Contoh: bentangan geophone 330 channel aktif off end, 240 channel aktif, 120 channel aktif. Bila jarak antara geophone 25 meter, jarak shot point 50 meter. Dapat diketahui bahwa panjang array geophone dengan 330 channel aktif adalah 330 x 25 meter = 8250 meter.  Artinya kedalaman target refleksi yang diinginkan adalah array geophone or bentangan geophone/2 = 8250/2 =4125 meter.
Offset terdekat (Near offset)
Offset terdekat berhubungan dengan jarak terdangkal yang dinginkan. Contoh jarak terdangkal yang diinginkan adalah 12.5 meter.





2.Group interval
Group interval adalah Jarak antara satu kelompok geophone terhadap kelompok geophonen yang berikutnya.Satu group geophone memberikan satu trace yang merupakan hasil stack atau superposisi dari beberapa geophone yang ada dalam kelompok tersebut.



 3.Ukuran dan kedalaman sumber (charge size/depth)
Ukuran sumber merupakan ukuran energi yang dilepaskan oleh sumber seismik. Ukuran dinamit dinyatakan oleh massanya, sedangkan air gun atau water gun dinyatakan oleh tekanannya.Ukuran sumber yang terlalu kecil, tidak mampu mencapai target yang dalam, sedangkan ukuran sumber yang terlalu besar dapat merusak data dan sekaligus meningkatkan noise.Dalam pelaksanaannya diperlukan ukuran yang optimal melalui test charge.   

 
4.Kelipatan liputan (fold coverage)
elipatan liputan adalah jumlah atau seringnya suatu titik di subsurface terekam oleh geophone di permukaan.Semakin besar jumlah foldnya, kualitas datanya semakin baik.Besarnya fold dapat dihitung dengan rumus :


5.Laju pencuplikan (sampling rate)
Laju pencuplikan akan menentukan batas frekuensi maksimum yang masih dapat direkam dan direkonstruksi dengan benar sebagai data.Batas frekuensi maksimum ini disebut frekuensi Nyquist.Hubungan laju pencuplikan (    ) dengan frekuensi Nyquist (  ) dinyatakan oleh persamaan : Frekuensi yang lebih besar dari frekuensi Nyquist akan direkam dan direkonstruksi menjadi sinyal yang berfrekuensi lebih rendah, hal ini sering disebut aliasing.Dalam survey seismik, biasanya sinyal frekuensi tinggi direkam dengan laju pencuplikan 2 ms atau 1 ms.

 
6.Tapis potong rendah (low cut filter)
Merupakan tapis / filter yang dipasang pada instrumen perekaman untuk memotong atau menurunkan amplitudo frekuensi gelombang yang rendah.Misalkan untuk memotong frekuensi gelombang yang kurang dari 5,3 Hz dengan laju penurunan 18 dB/oct.


7.Frekuensi geophone
Adalah watak geophone dalam merespon suatu gelombang seismik.Suatu geophone mampu merekam gelombang seismik sampai batas frekuensi rendah tertentu yang pada umumnya (7 – 28) Hz untuk refleksi dan 4,5 Hz refraksi, sedangkan untuk frekuensi tinggi biasanya cukup besar (200 Hz).Responsibilitas geophone ini disebabkan oleh adanya faktor peredaman (dumping) dari gerakan massa terhadap coil di dalam geophone.


8.Panjang rekaman (record length)
Panjang rekaman adalah lamanya merekam gelombang seismik yang ditentukan oleh kedalaman target. Apabila targetnya dalam, maka diperlukan lama perekaman yang cukup agar gelombang masuk kedalam setelah terpantul kembali dapat direkam di permukaan.Minimal 1 detik dari target, namun pada umumnya ± 2 kali kedalaman target (dalam waktu).


9.Rangkaian geophone (geophone array)
Rangkaian geophone adalah sekumpulan geophone yang disusun sedemikian rupa sehingga noise yang berupa gelombang horisontal (ground roll, air blast), dapat ditekan sekecil mungkin.Kemampuan menekan noise oleh susunan geophone tersebut bergantung pada jarak antar geophone, panjang gelombang noise, dan konfigurasi susunannya.


 
10.Larikan bentang geophone (geophone spread)
Bentang geophone menentukan informasi kedalaman rambatan gelombang, nilai kelipatan liputan, dan alternatif sistem penembakan pada daerah-daerah sulit, seperti lintasan menyeberangi sungai lebar.Bentuk konfigurasi bentangan yang sering digunakan adalah OffEnd (End on)-spread, Splits-pread, dan modifikasinya

11.Panjang dan arah lintasan
Panjang lintasan ditentukan berdasarkan pertimbangan luas sebaran atau panjang target di subsurface terhadap panjang lintasan survey di surface.Panjang lintasan survey di permukaan lebih panjang daripada panjang target yang dikehendaki, 

12.Arah lintasan
Ditentukan berdasarkan informasi studi pendahuluan mengenai target.Survey akan dilakukan pada arah memotong atau membujur atau sembarang terhadap orientasi target.Pada arah dip atau strike, up dip atau down dip dan pertimbangan lainnya.

13.Spasi antar lintasan
Penentuan spasi antar lintasan melibatkan pertimbangan teknis dan ekonomis.Dari segi teknis akan dilihat pada kepentingan survey, yaitu untuk studi pendahuluan, pengembangan, atau data pelengkap saja.Dari segi ekonomis menyangkut besarnya dana yang tersedia. Semakin rapat akan semakin mahal.

sumber : klik

Select Your Language

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : Tato