Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Monday, 18 April 2016

Telpon dan SMS Gratis Telkomsel Cuma 10 Ribu Per Bulan


Seringkali ketika kita ingin telpon maupun sms dengan orang tua, teman, atau orang lainnya, biaya untuk menelpon terlalu mahal sehingga pulsa terkuras habis dan menyebabkan banyak pengeluaran untuk membeli pulsa.

Nah, sekarang anda tidak perlu khawatir. sekarang telkomsel ada layanan komunitas yang bernama CUG (Closed User Grup). Layanan ini anda dapat telpon dan sms sepuasnya selama 24 jam dengan sesama pengguna layanan CUG, tarifnya hanya 10 ribu perbulan.


Jika anda tertarik untuk bisa telpon dan sms sepuasnya hanya 10 ribu perbulan, maka anda hanya perlu mendaftarkan nomor anda di nomor ini :
0895337734829
Biaya pendaftaran 25 ribu (Hanya Sekali)

100 Tahun Sejarah Minyak Bumi di Indonesia

Sejarah Minyak Bumi di Indonesia 
(100 tahun s/d 1980) 


Di Sumatra 
1871 : Seorang pedagang Belanda di Cirebon, Jan Reerink merupakan orang 
pertama  yang  mencoba  melakukan  eksplorasi  minyak  di  Indonesia 
(dulu Hindia Belanda) 
- Mulai mengebor sumur di Cibodas, sebuah desa dekat Majalengka dan  Kadipaten, di kaki gunung Cireme, hasilnya gagal. 
- Kemudian ia melakukan pengeboran di desa Panais, Majalengka,  Cipinang dan Palimanan, dengan mengunakan tenaga uap yang 
didatangkan dari Canada, menghasilkan minyak yang sangat kental 
disertai dengan air panas yang mancur setinggi 15 meter. 

1876 : Dengan tidak mendapat pinjaman modal dari Nederlandsche Handel 
Maatschappij, ia menyerah dan kembali ke usaha dagang sebelumnya. 

1880 : Aeilko Jans Zijker, seorang petani tembakau yang pindah dari Jawa 
ke Sumatra; di Langkat ia menemukan minyak yang merembes ke 
permukaan, kemudian minyak yang sudah menguap tersebut dibawa 
ke Jakarta (dulu Batavia) untuk dianalisis, dan dari hasil penyulingan 
minyak tersebut menghasilkan 59 % minyak untuk penerangan. 

1882 : Zijker mencari dana ke negeri Belanda untuk explorasi minyak di 
Sumatra Utara. 

1883 : Zijker mendapat konsesi Telaga Said dari Sultan Langkat. 

1884 : Zijker mulai mengebor sumur pertama, ternyata gagal. 

1885 : Sumur kedua, dinamakan Telaga Tunggal, berhasil menemukan 
minyak di kedalaman 22 meter, dan sumber utamanya di kedalaman 
120 meter. 

1890 : Zijker  memindahkan  konsesinya  ke  Royal  Dutch  Petroleum, 
Zijker meninggal Desember 1890 dengan tiba-tiba di Singapore. 
Kepemimpinan perusahaan digantikan oleh De Gelder yang berkantor 
di Pangkalan Brandan. Fasilitas lainnya dipasang di Pangkalan Susu. 

1892 : Kilang Pangkalan Brandan dibangun, selesai dan mulai berproduksi 
dari hasil minyak ladang Telaga Said. 

1914 : NIAM (Nederlandshe Indische Aardolie Maatschappij) mendapat 
konsesi di Jambi dan di Bunyu, Kalimantan. 

Riwayat Stanvac 
1914 : NKPM anak perusahaan Standard New Jersey menemukan ladang 
Talang Akar di Sumatra Selatan, yang berkembang menjadi ladang 
minyak terbesar yang ditemukan sebelum PD-2. 

1926 : Untuk mengolah minyak Talang akar NKPM membangun kilang di 
Sungai Gerong, Palembang. Pipa transmisi juga dibangun dari 
Lapangan Talang Akar ke Kilang Sungai Gerong dan selesai, 
kemudian  digunakan  bersama  pengoperasian  kilang  mulai  bulan 
Mei 1926 dengan kapasitas awal 3500 barrel perhari. 

1933 : Standard Oil New Jersey menyatukan sahamnya dengan NKPM 
menjadi Standard Vacuum Petroleum Maatschappij (SVPM), yang 
kemudian diubah namanya menjadi PT Stanvac. Perusahaan ini 
adalah hasil penyatuan produksi dan pengilangan Standard of New 
Jersey dengan jaringan pemasaran yang luas, kepunyaan Socony 
Vacuum (Standard of New York, sekarang menjadi MOBIL OIL) di 
seluruh Asia, Australia dan Afrika Timur. 
Dengan terbentuknya perusahaan baru ini dan penemuan dari ladangladang baru, pemasangan pipa tambahan (looping) baru dilakukan dan 
kilang minyak Sungai Gerong diperbesar kapasitasnya menjadi 
40.000 bpd pada tahun 1936 dan menjadi 46.000 bpd mulai tahun 
1940. 
Ladang minyak Lirik diketemukan di tahun-tahun sebelum penyerbuan 
Jepang, pada Perang Dunia ke-2. 

Riwayat Caltex 
1924 : Standard  of  Callifornia  mengirimkan  geologistnya  ke  Indonesia 
tahun 1924. 

1930 : Kemudian membentuk anak perusahaan yang dinamakan 
Nederlandsche Pacific Petroleum Maatschappij (NPPM). 

1936 : NPPM diberi konsesi di daerah Rimba, dikenal dengan Rokan Block, 
Sumatra Tengah, yang sebelumnya ditolak oleh Standard of New 
Jersey. 
Standar of California bersekutu dengan Texaco untuk mengelola dan 
sebagai pemilik bersama dengan nama baru yaitu California Texas 
Oil Co. (Caltex) 

1939 : Sumur eksplorasi pertama (Rokan Block) di Sebanga, 65 km utara 
Pekanbaru, menunjukkan adanya minyak, kemudian mereka 
menemukan juga minyak di Duri. 

1940 : Pada waktu Caltex sedang mempersiapkan menara pengeboran 
untuk Ladang Minas yang menjanjikan, Jepang datang menyerbu ke 
Sumatra Utara. 

1943 : Menara pengeboran kemudian dimanfaatkan oleh Jepang untuk 
melaksanakan pengeboran struktur Minas, dengan kedalaman 700 
meter, menghasilkan 800 bpd. 
Peran Ladang Minas setelah dikembangkan menjadi salah satu dari 
20 atau 30 ladang minyak raksasa di dunia. 

Di Jawa 
1886 : Seorang insinyur muda di Semarang bernama Andrian Stoop, 
berhasil mendapatkan izin dari Gubernur Jendral untuk mengadakan 
penyelidikan di Amerika Serikat tentang pengeboran minyak. Dia 
berhasil mendapatkan banyak informasi yang berguna dan kemudian 
menyusun laporan penting tentang industri minyak di Amerika Utara. 

1887 : Stoop mendirikan perusahaan baru di Surabaya untuk eksplorasi dan 
pengembangan minyak di Jawa yang dinamakan Dordtsche Petroleum 
Maatschappij. ia melakukan pengeboran pertama di dekat Surabaya . 
Waktu itu Surabaya terkenal dengan perembesan minyak ke 
permukaan; minyak ini digunakan untuk menyamak kulit dan dijual 
sebagai obat. 

1890 : Kilang Wonokromo dibangun. 

1893 Minyak pelumas pertama dibuat di Wonokromo. 

1894 Kilang Cepu dibangun. 

1897 Shell Transport dan Trading Company Ltd. Didirikan. 

1899Jan Stoop mengemudikan "mobil yang mengunakan bahan bakar 
gasolin
"dari Surabaya ke Cepu.

1914NKPM (Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij) anak 
perusahaan Standard Oil of New Jersey, masuk lapangan, 
menemukan minyak untuk pertama kali di Cepu. 

di Kalimantan 
1897Menten Mengebor sumur pertama di Kutai, Kalimantan. 

1899 Shell Transport & Trading Ltd. membuat Kilang di Balikpapan. 

1905 Royal Dutch menemukan minyak di Tarakan. 

1907Royal Dutch dan Shell bergabung. 

1908 Proses pembuatan lilin dimulai di Balikpapan. 

1908 Penggunaan pertama kali gaslifting di kampung Minyak. 

1913  Pabrik drum dan kaleng dibangun di Balikpapan. 

1925 Aerial photo diintroduksikan untuk eksplorasi minyak. 

1929 Shell mengintroduksikan electric well logging.

di Irian Jaya/Papua 
1928 Shell telah memulai melakukan survey di Irian. 
Pemerintah pada m a s a itu menghimbau kepada Shell bersama 
Stanvac (Standard of New Jersey dan Standard of New York) dan 
Caltex (Standard of California dan Texaco) untuk mengumpulkan 
dana  untuk  mengekplorasi  Irian  Jaya  dan  membentuk 
N.V. Nederlansch Nieuw Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM). 

1935 Setelah mencapai kesepakatan, pembagian sahamnya menjadi 
sebagai berikut: Shell dan Stanvac masing-masing 40% sedangkan 
sisanya yang 20% dipegang oleh Far East Pacific  Investment Co. 
(anak perusahaan Caltex) 
Usaha patungan itu dikelola oleh Shell karena mereka telah 
melakukan survey sejak tahun 1928. Pemerintah waktu itu 
memberikan hak konsesi khusus selama 50 tahun.. 
Waktu melakukan eksplorasi NNGPM menghadapi banyak kendala, 
daerahnya terpencil dan tanahnya sukar dirambah, cuaca selalu hujan 
hampir setiap hari, tenaga kerja yang harus didatangkan dari luar 
Irian. Perusahaan hanya menemukan ladang yang kecil-kecil, tidak 
menemukan ladang yang besar sebelum 1942. Mereka terpaksa harus 
meninggalkan daerah tanpa menghasilkan produksi yang komersil 
atas penanaman modal jutaan dollar. 

Catatan: 
Riwayat Perminyakan di Indonesia ini diambil dari buku kecil " Peringatan 100 
Tahun Minyak Bumi di Indonesia", yang diterbitkan di tahun 1985. Jadi 
perkembangan sesudahnya tidak diikutsertakan. 

Tuesday, 20 May 2014

Para Pemimpin Yang Sebaiknya Ditolak

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarrakatuh

Pembaca yang dirahmati Allah, di antara Nubuwwah (prediksi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam) ialah persoalan para pemimpin yang sebaiknya ditolak. Dalam hadits tersebut digambarkan bahwa suatu ketika di masa yang akan datang bakal muncul para pemimpin yang dikenal di tengah masyarakat namun tidak disetujui karena sikap dan perilakunya yang zalim dan fasiq. Kemudian Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberi tahu kita bagaimana sikap yang semestinya ditegakkan bila para pemimpin seperti itu muncul. Untuk lebih jelasnya inilah tex hadits itu secara lengkap:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَتَكُونُ أُمَرَاءُ
فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ
وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ قَالُوا أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Akan muncul pemimpin-pemimpin yang kalian kenal, tetapi kalian tidak menyetujuinya. Orang yang membencinya akan terbebaskan (dari tanggungan dosa). Orang yang tidak menyetujuinya akan selamat. Orang yang rela dan mematuhinya tidak terbebaskan(dari tanggungan dosa).” Mereka bertanya: ”Apakah kami perangi mereka?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallambersabda: ”Tidak, selagi mereka masih sholat.” (HR Muslim 3445)
Dengan jelas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyatakan bahwa orang yang membenci para pemimpin yang zalim dan fasiq itu akan terbebaskan dari tanggungan dosa. Orang yang tidak menyetujui mereka akan selamat. Berarti hadits ini menegaskan sikap yang semestinya dimiliki seorang mukmin ketika berhadapan dengan pemimpin yang memiliki penyimpangan akhlak. Berbeda sekali dengan anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa di dalam ajaran Islam bagaimanapun perilaku seorang pemimpin ummat harus tetap mematuhinya dan menganggapnya sebagai ulil amri minkum (pemegang urusan di kalangan orang-orang beriman). Hadits ini jelas membantah anggapan naif tersebut.

Lalu dengan tegas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan mereka yang rela dan mematuhi para pemimpin zalim dan fasiq itu. Beliau mengatakan bahwa ”Orang yang rela dan mematuhinya tidak terbebaskan(dari tanggungan dosa).” Di sinilah ajaran Islam memandang bahwa urusan menyerahkan loyalitas dan kepatuhan bukanlah perkara ringan. Sebab tidak saja si pemimpin berdosa karena kezaliman dan kefasikannya. Tetapi rakyat ikut menanggung dosa juga bila mereka tetap rela atas kezaliman dan kefasikan pemimpin tersebut, apalagi kemudian mematuhinya. Sehingga Allah melarang seorang beriman untuk mentaati siapapun dan apapun tanpa ilmu dan kesadaran akan mana yang benar dan mana yang batil.
وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ
وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”(QS Al-Israa 36)
Namun suatu hal yang memang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam juga anjurkan ialah agar ummat jangan berfikiran untuk memeranginya selagi si pemimpin tersebut masih sholat. Menarik untuk diperhatikan ialah pandangan Imam Nawawi mengomentari potongan hadits ini ”Apakah kami perangi mereka?” Nabishollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Tidak, selagi mereka masih sholat.” Beliau menulis sebagai berikut:
وَأَمَّا قَوْله : ( أَفَلَا نُقَاتِلهُمْ ؟ قَالَ : لَا ، مَا صَلَّوْا )
فَفِيهِ مَعْنَى مَا سَبَقَ أَنَّهُ لَا يَجُوز الْخُرُوج عَلَى الْخُلَفَاء
بِمُجَرَّدِ الظُّلْم أَوْ الْفِسْق مَا لَمْ يُغَيِّرُوا شَيْئًا مِنْ قَوَاعِد الْإِسْلَام .
Maknanya ialah tidak dibenarkan keluar dari kepemimpinan khilafah hanya semata berdasarkan kezaliman dan kefasiqan selama para pemimpin itu tidak merubah sesauatupun dari kaedah-kaedah Al-Islam.
Ulama salaf ini dengan jelas sekali menggaris-bawahi bahwa selagi pemimpin masih menegakkan secara formal sistem kekhalifahan dan tidak merubah sesuatupun dari kaedah kaedah ajaran Al-Islam, maka tidak dibenarkan bagi seorang mukmin meninggalkan atau keluar dari kepemimpinan tersebut, walaupun akhlaq pemimpinnya zalim dan fasiq.

Saudaraku, permasalahan kita ummat Islam dewasa ini adalah bahwa bukan saja negeri-negeri Islam dipimpin oleh sebagian besar pemimpin yang berkepribadian zalim dan fasiq, tetapi sudah jelas mereka tidak menegakkan sistem kekhalifahan dan bahkan nyata benar bahwa kaedah-kaedah Islam telah banyak yang dirubah, baik oleh sang pemimpin tertinggi maupun oleh kepemimpinan kolektif kolaborasi lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Untuk membuktikan kebenaran sinyalemen di atas tidaklah sulit. Karena dalam realitas keseharian terlalu banyak contoh kasus yang membenarkannya daripada membantahnya. Sungguh benarlah kita dewasa ini sedang menjalani masa fitnah sebagaimana telah disinyalir Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam.
بَادِرُوا فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي
كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersegeralah beramal sebelum datangnya fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki diwaktu pagi masih mukmin dan diwaktu sore telah kafir, dan diwaktu sore masih beriman dan paginya sudah menjadi kafir, ia menjual agamanya demi kesenangan dunia.“(HR Ahmad 8493)
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا
وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. (QS Al-Baqarah 250)

Wallahu 'alam bishowab

Gravitasi Bumi Vs Gravitasi Amal

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarrakatuh

Barrakallahu ala iqraihi :)

Kenapa kalau kita jatuh, pasti jatuhnya ke bawah? atau mengapa jika kita melempar suatu benda ke atas benda tersebut selalu jatuh lagi ke bawah? Kalau kita berjalan, duduk, berdiri, tidur, mengapa semua benda di bumi ini seakan-akan menempel di permukaan bumi/lantai atau tanah? Jawabannya adalah karena adanya suatu gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah.

Gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah itu disebut gaya gravitasi. Gaya gravitasi terdapat pada semua benda. Semakin besar massa/berat benda tersebut, semakin besar pula gaya gravitasi yang ditimbulkannya.

Di dalam kelas, seorang guru melempar sebuah spidol ke atas. Lalu menangkapnya kembali, saat spidol kembali jatuh ke arahnya. “Hup..kena!!”
“anak-anak itulah Gravitasi. Seperti spidol yang bapak lempar tadi, ketika spidol bapak lempar ke atas, maka spidol itu akan tertarik kembali ke bawah.




Lalu saya berpikir…begitu pulakah dengan amal kita?? Saat kemaksiatan, saat ucapan kasar serapah, saat kita menggunjing, saat kita ghibah, saat kita memfitnah, saat kita mencemooh saudara kita, saat kita sombong, saat kita berdusta, saat kita mencaci dan mencela, saat kita menghina, saat kita marah dan membenci dan berjuta kemaksiatan dan kedurkaan yang kerap kita lakukan baik secara sadar ataupun tidak, akan kah kembali balik ke diri kita sendiri? Apakah mungkin ada gaya gravitasi amal..??

Astaghfirullah…ternyata memang seperti itulah adanya. Bahwa setiap kita melempar kata kata yang buruk, maka sesungguhnya ia kembali kepada diri kita sendiri. Seperti melempar bola ke dinding, yang memantulkan kembali bola secara lebih cepat..”duk, wussss..”

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (biji atom), niscaya dia akan menerima (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah (biji atom) pun, niscaya dia akan menerima (balasan)nya.” (QS. Al-Zalzalah [99]:7-8)

Maka mulut ini memang harus selalu dijaga dengan baik, lisan ini memang harus dipagari dengan rapat, hati ini harus dididik mencintai masjid dan al-qur’an. Mata ini harus dilatih untuk terpejam pada pemandangan tak pantas, telinga ini pun harus ditutup rapat dari desah maksiat yang menggema, tangan ini pun seharusnya lebih banyak belajar berderma.

Rasulullah dan para sahabat adalah generasi yang dicintai dan mencinta Allah. karena sikap, kata dan perbuatan mereka selalu selaras, seirama, senada dengan apa yang di kehendaki Tuhannya.

Iblis, Jin, Syetan, Fir’aun, Qorun, dan seluruh antek-anteknya sampai saat ini adalah generasi yang dibenci Allah karena tak mengikuti titah Tuhannya.
dan siapakah kita diantara dua golongan diatas??
Terentuh saya pada sebuah penelitian yang menakjubkan oleh Dr. Emoto. Yang mengungkap tentang keajaiban air yang begitu menarik. Dan saya pikir, keajaiban air ini memiliki hubungan dengan gaya gravitasi bumi dan kualitas hidup kita. Hmmm…menarik kita simak
Dalam buku The True Power of Water karya Dr. Masaru Emoto yang mengungkap sebuah fenomena menarik tentang air. Menurut Emoto, air bisa "mendengar" kata2, "membaca" tulisan, dan "mengerti" pesan dan serta merekam pesan seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yg lain.

Pada penelitiannya, Dr. Emoto mencoba ketika air dibacakan doa kebaikan, dituliskan kata-kata positif (cinta, damai, kasih sayang, maaf, indah, dsb) maka air akan membentuk kristal air laksana makhkota yang indah dan menakjubkan. Dan ketika air didengarkan atau dituliskan kata-kata negative maka air akan hancur atau berbentuk kristal yang mengerikan.

Subhanalllah…dan marilah kita lihat diri kita sendiri.Dari informasi yang saya dapat, tubuh kita memiliki kandungan cairan yang lumayan banyak sekitar 55-80 persen..woww!! fantastis!

Nah pertanyaannya, jika kita hubungkan hasil penelitian Dr. Emoto dengan diri kita sendiri sebagai manusia yang selalu bersentuhan dengan segala aktivitas harian, baik di rumah, di lingkungan, di sekolah, di kampus, di kantor, di pasar, dan dimana saja. Adakah kesadaran diri bahwa segala tindak, perbuatan, sikap dan perkataan yang tak pantas kita lakukan sering terjadi dalam keseharian?? Jika ya, maka perhatikanlah hidup kita!! Maka sadarilah perkataan yang tak pantas sangat mempengaruhi kualitas air dalam tubuh kita. Sehingga menyebabkan kualitas hidup yang berantakan dan ambu radul. Jika yang keluar dari mulut atau sikap kita adalah positif maka akan mempengaruhi juga kualitas hidup yang positif pula. Seperti hukum gravitasi bukan?? Apapun yang kita lempar akan kembali ke diri kita!! Bahkan jatuhnya benda itu jauh lebih keras daripada saat kita melemparnya ke atas!

Jadi, hati-hatilah dalam melempar kata ataupun bertindak yang tak seirama dan senada dengan kehendak Allah Azza Wajalla

"Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al Qur'an) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka Sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri, dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri, dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu". (QS. Yunus ; 107-108)

Wallahu’alam bissowab

"THE ONLY LIVING SAHABI"

Subhanallah 

Ini bukti kekuasaan Allah yang lain yang ingin ditunjukkan pada hamba-hambaNya. Pohon Nabi, atau Pohon yang pernah menaungi Nabi Muhammad Saw. dari terik matahari ini masih hidup subur di tengah padang gersang. Padahal di sekitarnya tidak ada pohon lain. Pohon Nabi ini sudah berumur ribuan tahun, namun anehnya Pohon Nabi ini masih hidup dan berbuah sampai sekarang.


Pohon Nabi ini sekali lagi menjadi bukti kenabian Nabi Muhammad Saw. Dan sepertinya Pohon Nabi ini sengaja dibiarkan hidup oleh Allah Swt. agar menjadi pengingat, kenangan dan bukti sejarah masa lalu. Pohon ini adalah pohon yang penuh keberkahan, pohon ajaib, pohon keramat dan pohon yang aneh.

Dulu ketika Rasulullah Saw. melakukan perjalanan menuju Syam bersama Maisarah (pembantu Sayyidatuna Khadijah Ra.) untuk berdagang, Rasulullah Saw. pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana. Pada saat Rasulullah Saw. berteduh di bawahnya, dahan dan ranting-ranting pohon ini bergerak menaungi beliau Saw. dari panasnya terik matahari.

Seorang rahib (pendeta) yang melihat kejadian ini, lantas mendatangi Maisarah dan menunjukkan kepadanya pohon tempat berteduh Rasulullah Saw. itu seraya berkata: "Hanya seorang Nabi saja yang berteduh di bawah pohon itu."


Lihatlah sampai hari ini pohon tersebut tetap subur bahkan di tengah-tengah padang pasir yang kering kerontang dan tidak ada tumbuhan yang hidup seperti itu. Allah Swt. menghidupkannya dengan kehendaknya.

Inilah pohon yang memahami cinta buat Nabinya Muhammad SAW, Pohon yang diberkati.

Sampai sekarang pohon ini masih hidup di Yordania. Sebab itu ia dijuluki "the only living Sahabi" atau "sahabat Nabi yang masih hidup".

Pohon ini terletak di tengah padang pasir bernama Buqa'awiyya di negara Yordania. Dari segi geografis, ia dekat dengan kota Bosra di Suriah.
Sebagaimana kita tahu, Rasulullah SAW dua kali tiba di Bosra:
1. Ketika bersama pamannya Abu Thalib saat berumur 12 tahun & bertemu dengan Rahib Buhaira dan ketika itu Buhaira melihat tanda kerasulan beliau SAW di belakang bahu seperti tercatat dalam kitab injil tentang tanda kerasulan nabi akhir zaman.

2. Kali kedua Rasulullah SAW ke Bosra membawa barang dagangan Sayidatina Khadijah.


Select Your Language

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : Tato