Showing posts with label Tarbiyah. Show all posts
Showing posts with label Tarbiyah. Show all posts

Sunday, 8 June 2014

Sejarah Puasa Umat-Umat terdahulu

Assalamualaikum Wr Wb
Puasa adalah salah satu dari tiga ibadah yang sama tuanya dengan umur manusia di muka bumi ini. Dua ibadah lainya adalah shalat, seperti disebutkan dalam surat al-Mudatstsir [74]: 40-43, dan Qurban seperrti disebutlan dalam surat al-Ma’idah [5]: 27. Sementara ibadah puasa terdapat dalam surat al-Baqarah; 184
…كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “…Sebagaimana telah diwajibkan juga kepada orang-orang yang sebelum kamu mudah-mudahan kamu bertaqwa”.
Dalam sebuah sumber disebutkan bahwa nabi Adam as. sesampainya di bumi setelah diturunkan dari sorga akibat dosa dan kesalahan yang dilakukan, dia bertaubat kepada Allah swt dan berpuasa selama tiga hari setiap bulan. Itulah yg kemudian dikenal dengan puasa hari putih yg juga sunah untuk dikerjakan pada setiap tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan.
Nabi Daud as juga melaksanakan puasa, bahkan dalam waktu yang cukup lama yaitu setengah tahun, di mana nabi Daud berpuasa satu hari dan berbuka satu hari begitulah selama satu tahun. Al-Qurthubi, dalam kitab al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, menyebutkan bahwa Allah telah mewajibkan, puasa kepada Yahudi selama 40 hari, kemudian umat nabi Isa selama 50 hari. Tetapi kemudian mereka merubah waktunya sesuai keinginan mereka. Jika bertepatan dengan musim panas mereka menundanya hingga datang musim bunga. Hal itu mereka lakukan demi mencari kemudahan dalam beribadah. Itulah yangdisebut nasi’ seperti disebutkan dalam surat at taubah: 37
إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ…
Artinya: “Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah…”
Hal itu menggambarkan betapa umat Yahudi selalu menghindarkan diri untuk melaksanakan ibadah dengan sempurna sesuai aturan Tuhan. mereka menginginkan puasa dilaksanakan selalu pada musim dingin atau musim bunga yang siangnya lebih pendek dari malam, berbeda dengan puasa pada musim panas, disamping suhu yang panas siang juga lebih panjang dari malam hari. Sehingga, puasa akan terasa sangat sulit dan melelahkan.
Namun, begitulah hikmahnya Allah memerintahkan puasa berdasarakan perjalan bulan bukan matahari agar puasa dirasakan pada semua musim dan semua kondisi. Sebab, jika puasa berdasarkan perjalan matahari, maka ibadah puasa akan selau berada dalam satu keadaan. Jika tahun ini puasa di mulai pada musim panas, maka selamanya puasa akan berada pada musim panas. Berbeda dengan perjalanan bulan yang selalu berubah, di mana jika tahun ini puasa dilaksanakan pada musimpanas, maka tahun depan atau beberapa tahun kemudian puasaakan dilaksanakan pada musim dingin atau semi dan seterusnya. Begitulah yang disebutkan Allah swt, dalam surat al-Baqarah: 186
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
Artinya: …Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,…
Dalam sebuah riwayat juga ditemukan bahwa umat Yahudi berpuasa pada setiap tanggal 10 Muharram, sebagai syukur atas keselamatan Musa dari kejaran Fir’aun. Maka Nabi SAW juga memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram yang dikenal dengan puasa hari Asyura.
Umat Yahudi juga diperintahkan berpuasa 1 hari pada hari ke 10 bulan ke 7 dalam hitungan bulan mereka selama sehari semalam. Sementara masyarakat Mesir kuno, Yunani, Hindu, Budha, juga melaksanakan puasa berdasarkan perintah tokoh agama mereka.
Umat Nashrani juga berpuasa dalam hal-hal tertentu, seperti puasa daging, susu, telur, ikan, bahkan berbicara. Seperti yang pernah dilakukan Maryam ibu Nabi Isa sebagaimana dalam surat Maryam [19]: 26
إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا
Artinya: “…Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini".
Mengetahui sejarah puasa umat terdahulu penting untuk diketahui agar kita jangan mencontoh puasa umat lalu, seperti umat Yahudi yang memilih waktu puasa seenaknya bukan menurut aturan Allah. sebab, ibadah yg lakukan dengan “kelicikan” kerugiannya akan diderita oleh manusia itu sendiri. Kita juga harus mnyadari bhwa puasa adlh ibadah yg plaksanaannya menuntut keimanan dan kesadaran. Ibadah puasa adalah untuk manusia itu sendiri. Bukankah Allah menegaskan bahwa tujuan puasa adalah untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Puasa akan menjadikan manusia berubah dari tingkat mukmin menjadi muttaqin.
Untuk bisa berubah ke arah dan bentuk yang lebih baik, bukan hanya manusia yang berpuasa, akan tetapi sebagian binatang pun ketika bermetamorfosa (merobah wujud) juga berpuasa, seperti halnya kupu-kupu yang berubah dari ulat yang bentuk dan rupanya jelek dan berjalan melata, menjadi seekor kupu-kupu yg bersayap dan berwarna indah serta bisa terbang karena berpuasa.
wassalamualaikum wr wb
Sumber : Voa Islam

Saturday, 24 May 2014

Puasa Ramadhan

Assalamu'alaikum Warrahamatullahi Wabarakatuh

Puasa Ramadhan

Ash-Shiyam atau Ash-Shoum munurut lughah/bahasa, artinya : “ menahan diri dari melakukan sesuatu”. Seperti firman Allah :

Sesungguhnya aku telah bernadzar akan berpuasa karena Tuhan yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seseorang manusiapun pada hari ini. [QS. Maryam : 26]

Menurut syara’, ialah :

Menahan diri dari makan, minum dan bersetubuh, mulai fajar hingga maghrib, karena mengharap ridla Allah dan menyiapkan diri untuk bertaqwa kepada-Nya dengan jalan mendekatkan diri kepada Allah dan mendidik kehendak. [Tafsir Al-Manaar juz 2, hal. 143]

Menahan diri dari makan, minum, jima’ dan lain-lain yang telah diperintahkan syara’ kepada kita menahan diri padanya, sepanjang hari menurut cara yang di syariatkan. Disertai juga menahan diri dari perkataan sia-sia, perkataan keji/kotor dan lainnya dari perkataan yang diharamkan dan dimakruhkan pada waktu yang telah ditentukan serta menurut syarat-syarat yang telah ditetapkan. [Subulus Salaam juz 2, hal. 150]

 HUKUM PUASA

Wajib ‘Ain, Artinya orang islam yang telah baligh (dewasa) dan sehat akalnya serta tidak ada sebab-sebab yang dibenarkan agama untuk tidak berpuasa, maka mereka itu wajib melakukannya, dan berdosa bagi yang meninggalkannya dengan sengaja. Firman Allah :

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. [QS. Al-Baqarah : 183]

Dan hadits-hadits Rasulullah SAW :

Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1, Mengaku bahwa  tidak ada tuhan selain Allah dan bahwasannya Muhammad pesuruh Allah, 2. Mendirikan Shalat, 3. Menunaikan Zakat, 4. Berpuasa Ramadhan dan 5. Berhajji. [HR. Bukhari dan Muslim]

Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “ ya Rasulullah, saya mohon diterangkan tentang puasa yang diwajibkan Allah kepada saya”. Nabi SAW menjawab, “Puasa di bulan Ramadhan”. Orang itu bertanya pula, “adakah puasa lain yang diwajibkan atas diri saya ?”. Jawab Nabi SAW, “Tidak, kecuali bila engkau hendak menerjakan tathawwu’ (puasa sunnah). [HR. Muttafaq ‘Alaih dari Thalhah bin ‘Ubaidillah]

YANG WAJIB BERPUASA


Ketentuan-ketentuan orang yang berkewajiban menjalankan puasa di bulan Ramadhan : 


*   Orang islam, tidak diwajibkan selain orang islam.

b.    *  ‘Aqil baligh (dewasa), bukan anak-anak.
c.     *  Sehat.
d.    *  Kuat, yakni tidak memaksakan diri karena sangat berat dan payah bila berpuasa.
e.   *   Muqim (berada di daerah tempat tinggalnya/daerah iqomahnya), bukan sebagai musafir.
f.     * Khusus bagi wanita pada waktu suci, artinya tidak sedang haidl atau nifas.

YANG MEMBATALKAN PUASA

Sepanjang tuntunan Allah dan Rasul-Nya hal-hal yang membatalkan puasa adalah sebagai berikut :

Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 187,

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamupun pakaian bagi mereka, Allah mengetahui bahwasannya kamu tidak bisa menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi keringanan kepadamu, maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.... .[QS. AL-Baqarah : 187]

Dari ayat tersebut dapat diambil pengertian bahwa yang membatalkan puasa itu ialah :

a.   Bersetubuh suami-istri dengan sengaja dan dilakukan saat puasa (dari mulai masuk shubuh hingga masuk waktu maghrib), padahal mereka termasuk orang yang berkewajiban puasa. Dan yang dimaksud dengan “bersetubuh” ialah masuknya kemaluan laki-laki/suami pada kemaluan wanita/istri. Jadi baik mengeluarkan mani atau tidak, hukumnya tetap sama. Karena tidak ada ayat-ayat lain maupun hadts-hadits yang membatasi bahwa yang dimaksud “bersetubuh” adalah yang mengeluarkan mani, maka ayat itu tetap berlaku sesuai dengan keumuman lafadhnya.
b.      Makan dengan sengaja, baik makanan yang mengenyangkan atau tidak.
c.       Minum, baik yang menghilngkan haus atau tidak, termasuk merokok.

Bersambung pada artikel selanjutnya dengan bab :

1 .yang boleh tidak berpuasa dan wajib mengganti dihari-hari yang lain.
2. Batas waktu menganti
3. yang boleh tidak berpuasa dan hanya mengganti fidyah tanpa harus mengganti di hari yang lain.
4. yang wajib untuk tidak berpuasa dan wajib mengganti dengan puasa di hari yang lain.

Friday, 23 May 2014

Do'a Berbuka Puasa yang Benar Berdasarkan Hadist

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh


Ada bermacam-macam tentang doa berbuka puasa, diantaranya sebagai berikut :

Dari ibnu ‘abbas, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila berbuka puasa beliau berdoa,” Allahumma laka shumna wa’alaa rizqika afthornaa fataqobbal minna innaka antas samii’ul ‘aliim (Ya Allah, untuk-Mu kami berpuasa, dan atas rizqi-MU kami berbuka, maka terimalah (ibadah) dari kami, sesungguhnya Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui)”. [HR. Daruquthni juz 2, hal. 185 no. 26, dlaif karena dalam sanadnya ada perawi ‘Abdul Malik bin Harun bin ‘Antarah]

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila berbuka puasa beliau berdoa, “laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minnii innaka antas samii’ul ‘aliim (Untuk-Mu kami berpuasa, dan atas rizqi-Mu kami berbuka, maka terimalah ibadahku, sesungguhnya Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui)”. [HR. Thabrani dalam Al-kabir juz 12, hal. 113, no 12720, dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Abdul Malik bin Harun bin ‘Antarah, ia dlaif]

Bismillah, Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu (Dengan nama Allah. Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizqi-Mu aku berbuka). [HR. Thabrani, dalam Al-Ausath hadits no. 7547, dalam sanadnya ada perawi yang bernama Dawud bin Zabraqan, dan ia dlaif – Majma’uz Zawaaid juz 3, hal. 279]

Dari Mu’adz RA, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW apabila berbuka puasa beliau berdoa, “Alhamdu lillaahil-ladzi a’aananii fa shumtu wa rozaqonii fa-afthortu ( segala puji bagi Allah yang telah menolongku, sehingga aku berpuasa dan telah memberi rizqi kepadaku, maka aku berbuka)”. [HR. Ibnu Sunni hal. 169, no. 479, sanadnya dlaif, karena didalamnya ada perawi yang tidak disebutkan namanya]
Dari Mu’adz bin Zuhrah, bahwasannya telah sampai kepadanya bahwa Nabi SAW apabila berbuka puasa beliau berdoa, “ Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu (Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rizqi-Mu aku berbuka puasa) “. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 306, no. 2358, hadits tersebut mursal, karena Mu’adz bin Zuhrah tidak bertemu Nabi SAW]

Dari Ibnu Abi Mulaikah, ia berkata : saya mendengar ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “ sesungguhnya bagi orang yang berpuasa itu ketika berbuka ada doa yang tidak akan di tolak”. Ibnu abi mulaikah berkata :  aku mendengar ‘Abdullah bin ‘Amr apabila berbuka puasa berdoa, “Allaahumma innii as-aluka birohmatikal-latii wasi’at kulla syai-in an taghfiro lii ( Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan Rahmat-Mu yang luas meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni aku) “. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 557, no. 1753, hadits hasan]

Dari marwan, yakni bin salim Al-Muqaffa’, ia berkata : Aku melihat Ibnu ‘umar RA memegang jenggotnya, lalu memotong  yang lebih dari genggaman tangannya. Ia berkata : Adalah Rasulullah SAW apabila berbuka puasa beliau berdoa, “ Dzahabadh-dhoma-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru, insyaa-allah (Haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan semoga pahala tetap di dapat, insyaa-allah). [HR. Abu dawud juz 2, hal. 306, no. 2357, hadits hasan]

Keterangan :

Dari riwayat-riwayat diatas bisa kita ketahui bahwa yang derajatnya hasan adalah riwayat Ibnu Majah dari Ibnu abi Mulaikah dan Riwayat Abu Dawud dari marwan bin salim. Namun pada riwayat Ibnu abi Mulaikahdiatas, doa tersebut adalah lafadhnya Ibnu ‘Amr. Adapun pada riwayat Abu Dawud tersebut lafadh doa itu dari Nabi SAW. dengan demikian kita ketahui bahwa doa berbuka puasa yang paling kuat riwayatnya adalah yang diriwayatkan Abu Dawud dari Marwan bin Salim dari Ibnu ‘Umar(Dzahabadh-dhoma-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru, insyaa-alloh).


Wednesday, 21 May 2014

(بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ) Kehebatan Bismillahirrahmanirrahim

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
“Kehebatan Bismillahirrahmanirrahim! Barangsiapa mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim banyak-banyak dengan harapan mendapat rezeki, nescaya akan diberikan Allah rezeki dengan mudah dan tidak terduga olehnya. Serta, diberi kurnia kehebatan di hati manusia dan di sisi alam yang tinggi (yakni Malaikat) dan alam yang rendah (yakni manusia dan lain-lain makhluk Allah di muka bumi).

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Sabda Rasulullah s.a.w.: “Adalah Jibril apabila datang kepadaku, yang pertama diberikannya kepadaku ialah Bismillaahir rahmaanir rahiim.” (Darulquthni dan Ibnu Umar r.a. )

Sabda Rasulullah s.a.w.: “Itulah isim dari asma Allah. Tidak lain antara ia dengan nama Allah, ‘Akbar’ seperti putih mata dengan hitamnya. Begitulah dekatnya.”
Demikianlah jawapan Rasulullah s.a.w ketika ditanya oleh Utsman Ibnu Affan berkenaan Bismillah.
Sabda Baginda s.a.w. lagi: “Ismullahil-A’zham ialah Allah. Apakah engkau tidak lihat bahawasanya pada semua pembacaan Al-Qur’an dimulai dengan Bismillaahir rahmaanir rahiim sebelum menyebut nama-nama Allah yang lain.” ( Riwayat Imam Bukhari dari Jabir )
Bersabda Nabi s.a.w.: “Ketika turunnya Bismillaahir rahmaanir rahiim, bergembiralah ahli langit dari bangsa Malaikat, bergoncanglah ‘Arasy kerana turunnya. Turut serta bersamanya 1000 Malaikat. Dan, bertambahlah iman para Malaikat. Dan, tunduklah segala jin dan bergetar segala planet. Gementar segala sendi-sendi kerana turunnya.”
Dari Abu Na’im dan Ibn Sunni dari Siti Aisyah r.a.:

“Ketika turun Bismillaahir rahmaanir rahiim, mengucap tasbihlah gunung-ganang hingga dapat mendengar para penduduk Mekah dan sekitarnya. Lalu mereka berkata: “Rupanya Muhammad yang menyihir gunung-gunung itu.” Kemudian Allah bangkitkan awan hingga meneduhkan penduduk Mekah.”
Sabda Rasulullah s.a.w.: “Barangsiapa membaca Bismillaahir rahmaanir rahiim dengan penuh yakin, akan bertasbihlah gunung-ganang. Cuma sahaja ia tidak dapat mendengarnya.”
Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Barangsiapa mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim dan laa haula walaquwwata illaa billaahil aliyyil adzhiim, Allah lepaskan dia dari 70 pintu bala dan kesukaran, dukacita dan kesakitan.”
Dari al-Waqii dan atas-Tsa’labi dari Ibnu Mas’ud r.a.:

“Barangsiapa ingin dipelihara oleh Allah dari seksaan Neraka Zabbaniah yang sembilan belas, maka hendaklah dia mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim. Kerana Allah menjadikan tiap-tiap huruf Bismillah itu sebagai perisai.”
Dari ad-Dailami dari Ibnu Mas’ud r.a., bersabda Rasulullah s.a.w.: “Barangsiapa membaca Bismillaahir rahmaanir rahiim, dituliskan baginya tiap-tiap huruf 4000 kebajikan, dihapuskan darinya 4000 keburukan dan diangkat dia 4000

darjat.”
Bersabda Nabi s.a.w.: “Jin itu suka memakai barang-barang kepunyaan manusia dan pakaian mereka. Oleh itu, barangsiapa mengambil atau menaruh pakaian, ucapkanlah Bismillaahir rahmaanir rahiim. Kerana sesungguhnya nama Allah yang dibacakan di situ merupakan cop mohor Allah.”
Pengertian dari hadith di atas ialah hendaklah kita mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim setiap kali kita menyimpan atau mengambil barang-barang kepunyaan kita agar terjaga daripada jin dan syaitan. Bukan sahaja kita mendapat pahala dari mengucapkannya tetapi juga mendapat keberkatan dan keselamatan sama ada atas harta-benda mahupun diri dan segala usaha kita.
Dari Anas bin Malik bersabda Nabis.a.w.:

“Andaikata pepohon dijadikan pena dan lautan dijadikan tinta, lalu dikumpulkan semua jin, manusia dan Malaikat untuk membuat buku dan menulis erti Bismillaahir rahmaanir rahiim selama sejuta tahun, mereka tidak akan sanggup mengertikannya walau hanya satu persepuluh darinya.”
Bersabda Rasulullah s.a.w.: “Ada suatu kaum yang datang pada Hari Qiamat nanti dengan mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim. Lebih berat kebajikan mereka dari keburukan mereka. Lalu berkata umat-umat yang lain: “Alangkah beratnya imbangan amal kebajikan mereka.”
Sesungguhnya, adapun yang menjadi sedemikian kerana mereka sentiasa memulai segala perbicaraan mereka dengan Bismillahir rahmaanir rahiim. Kerana ia adalah Isim Allah Yang Maha Agung. Jika sekiranya diletakkan langit dan bumi serta segala isinya ke atas neraca timbangan, nescaya beratlah lagi kalimah Bismillaahir rahmaanir rahiim.”
Dari Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w.bersabda:

“Apabila engkau berwuduk, ucapkanlah Bismillaahir rahmaanir rahiim kerana Malaikat penjagamu tidak kan berhenti menuliskan kebajikan bagimu sehingga engkau selesai. Dan, apabila engkau ingin bersatu dengan isterimu, ucapkanlah Bismillaahir rahmaanir rahiim kerana sesungguhnya Malaikat penjagamu akan menuliskan kebajikan bagimu hingga selesai engkau mandi janabah. Jika dari persetubuhan itu lahir seorang anak, akan dituliskan bagimu kebajikan menurut bilangan nafasnya dan bilangan anak-cucunya hingga tidak dikecualikan walau seorang.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a. telah bersabda Rasulullah s.a.w.: “Barangsiapa di antara kamu apabila ia akan bersetubuh dengan isterinya, lalu dia mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim dan berdoa, “Ya Allah, jauhkanlah Syaitan daripada kami dan jauhkanlah Syaitan itu daripada apa yang Engkau kurniakan untuk kami”, maka jika
sesungguhnya Allah takdirkan dari persetubuhan itu lahir seorang anak, tidak akan dapat Syaitan memudaratkannya untuk selama-lamanya.”
Dikisahkan di dalam Kitab Khozinatul-Asror bahawasanya Allah Ta’ala itu mempunyai 3000 nama yang mana 1000 nama hanya diketahui oleh para Nabi-Nabi Allah, 300 nama disebutkan di dalam Kitab Taurat, 300 nama disebutkan di dalam kitab Injil, 300 nama disebutkan di dalam Kitab Zabur, 99 nama disebutkan di dalam Al-Qur’anul kariim manakala 1 berada di sisi Allah.
Dan, adapun makna daripada keseluruhan 3000 nama ini terhimpun di dalam 3 nama-nama Allah yaitu Allah, Arrahmaan dan Arrahiim yang termaktub pula di dalam kalimah Bismillaahir rahmaanir rahiim. Maka, barangsiapa mengajarkan dan mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim umpama ia menyebutkan keseluruhan 3000 nama-nama Allah. Adapun sesungguhnya kalimah Bismillaahir rahmaanir rahiim itu ada sembilan belas huruf dan Malaikat-Malaikat penjaga Neraka itu juga ada sembilan belas. Maka, barangsiapa membaca Bismillaahir rahmaanir rahiim dengan penuh ikhlas dan yakin kepada Allah, nescaya terhindarlah dia daripada siksaan Malaikat Zabbaniah.

Tuesday, 20 May 2014

Waktu yang Diijabah Untuk Berdo'a

Assalamu'alaikum Warahamatullahi Wabarrakatuh


Pembaca yang dirahmati Allah, setiap orang yang berdoa, pastinya ia akan berharap doanya itu di ijabahi oleh Allah. selain kita berdoa tentunya juga diiringi dengan ikhtiar atau usaha supaya apa yang kita mohonkan itu dikabulkan. Nah, Ada beberapa waktu yang apabila kita berdoa tepat pada waktu itu, doa kita akan di ijabahi. Bukan berarti apabila kita berdoa diwaktu-waktu yang lain tidak diijabahi  yaa, tetapi lebih kepada keistimewaan waktu-waktu itu, jadi ada waktu yang istimewa atau waktu  yang utama apabila kita berdoa tepat diwaktu itu, maka doanya akan  lebih di dengar oleh Allah dan akan  di ijabahi atau dikabulkan.


Diantara waktu-waktu yang ijabah apabila kita berdoa tepat pada waktu itu ialah, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW berikut:

1. Disaat kita sujud dalam shalat

Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Sedekat-dekat hamba kepada Tuhannya yang Maha Perkasa lagi Maha Agung adalah diwaktu sujud, maka perbanyaklah doa (diwaktu sujud)”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasai]

Mungkin ada pertanyaan, maksutnya waktu sujud  itu, tiap sujud atau hanya pada sujud terakhir saja? Atau mungkin doanya itu apakah harus bahasa Arab atau boleh dengan bahasa apapun? Nah untuk jawabannya Insya Allah akan kita posting pada artikel selanjutnya.

2. Di sepertiga malam terakhir

Dari Jabir ia berkata : Aku mendengar Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya pada waktu malam itu ada suatu saat yang tidaklah seorang muslim bertepatan pada waktu itu memohon kebaikan dunia akhirat kepada Allah kecuali Allah pasti memberinya. Dan yang demikian itu berlaku setiap malam”. [HR. Muslim 1 : 521]

Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : Tuhan kita setiap malam turun ke langit dunia, yaitu ketika malam tinggal sepertiga yang akhir. Lalu Allah berfirman, “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya”. [HR. Malik, Bukhari, Muslim dan Tirmidzi]

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila telah berlalu separoh malam atau dua pertiganya, Allah yang Maha Barakah lagi Maha Tinggi turun kelangit dunia, lalu berfirman, “Adakah orang yang meminta maka akan diberi, adakah orang yang berdoa maka akan dikabulkan, dan adakah orang yang memohon ampun, maka akan diampuni?”. Begitulah hingga terbit fajar (shubuh). [HR. Muslim 1: 522]

Dari ‘Amr bin ‘Absah RA. Bahwasannya dia mendengar Nabi SAW bersabda, :sedekat-dekat hamba kepada Tuhannya adalah ditengah malam. Maka jika kamu mampu untuk menjadi orang yang ingat kepada Allah di saat itu maka jadilah !”. [HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan lafadh itu baginya, ia berkata : Hadits hasan shahih, dan hakim, ia berkata : Shahih atas syarat Muslim]

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Allah turun kelangit dunia ketika telah berlalu sepertiga malam yang awal. Allah berfirman, “Akulah Raja, Akulah Raja, Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya”. Terus-menerus demikian itu sehingga terbit fajar”. [HR. Muslim 1 : 522]

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah  keduanya berkata : Rasulullah SAW bersabda, “ Sesungguhnya menagguhkan sehingga apabila telah lewat sepertiga malam yang awal Allah turun kelangit dunia, Allah berfirman , “Adakah orang yang memohon ampun, adakah orang yang bertaubat, adakah orang yang meminta, adakah orang yang berdoa”. Demikian itu sehingga terbit fajar”. [HR. Muslim 1: 523]

Dari beberapa hadits diatas, dapat kita ambil pengertian bahwa pada waktu sepertiga malam Allah turun ke langit dunia melihat siapa saja yang bangun untuk bermunajat kepada-Nya, dan berfirman barangsiapa yang berdoa maka akan dikabulkannya, dan yang lainnya. Nah, tentunya bangun disini tidak hanya bangun untuk berdoa saja, tetapi lebih kepada orang yang bangun untuk shalat tahajud di sepertiga malam terakhir, dan disela-sela shalat itu barangsiapa berdoa maka akan dikabulkan oleh Allah.

3. Diantara adzan dan iqamat

Dari Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Doa diantara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. [HR. Nasai, dishahihkan oleh Ibnu Hibban]

Diwaktu ini juga termasuk waktu yang ijabah, apabila kita berdoa kepada Allah, maka perbanyaklah doa, disela-sela antara adzan dan iqamat ini.

4. Sesudah shalat-shalat Fardlu atau shalat wajib

Dari Abu Umamah RA, ia berkata : (Rasulullah SAW) ditanya, “Ya Rasulullah, doa yang bagaiman yang paling di dengar ?”. Beliau menjawab, “doa ditengah malam yang Akhir dan sesudah shalat-shalat fardlu”. [HR. Tirmidzi, ia berkata : hadits hasan]

Nah, diwaktu ini sempatkanlah sejenak untuk kusyuk berdoa kepada Allah, dengan memohon dan merendahkan diri kta. Setelah kita berdzikir dengan dzikir yang dituntunkan oleh Rasulullah, lalu berdoalah, mintalah kepada Allah apa yang kamu minta. Karena diwaktu ini (sesudah shalat fardlu) termasuk waktu yang ijabah untuk berdoa.

5. Di hari jum’at

Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW pernah menyebut hari jum’at, lalu bersabda, “pada hari jum’at itu ada suatu saat, apabila kebetulan seorang muslim shalat dan memohon sesuatu kepada Allah ‘Azza wa Jalla pada saat itu, niscaya Allah akan mengabulkannya”, dan beliau berisyarat dengan tangannya bahwa saat itu sangat sedikit (sangat pendek). [HR. Bukhari dan Muslim] dan pada riwayat muslim ada tambahan, “ la itu adalah saat yang singkat”.

Mungkin ada yang bertanya, hari jum’at itu pada saat kapan? Dalam hadits diatas tidak disebutkan tepatnya kapan, atau pada saat apa, tapi yang jelas, waktu itu sangatlah singkat. Kemudian ada yang mengatakan waktu itu adalah diantara dua kutbah jumat, jadi ketika khatib selesai kutbah pertama kemudian duduk sebentar untuk melanjutkan kutbah yang kedua, nah disaat khatib duduk itulah ada yang mengatakan waktu yang dimaksut Rasulullah tadi. Untuk hal ini saya belum mengerti dalilnya. Nah untuk lebih jelasnya Insya Allah pada artikel-artikel saya selanjutnya saya akan  mencari tepatnya kapan, waktu yang dimaksut rasulullah itu dengan dalil-dalilnya. Dan saya akan tulis di blog ini. atau bagi temen-temen yang ingin menambahkan bisa anda tulis dikolom komentar.


Demikianlah waktu-waktu yang ijabah untuk berdoa beserta dalil-dalilnya, semoga doa yang kita panjatkan kepada Allah dikabulkanNya pada waktu yang tepat. Dan semoga tulisan ini bermanfaat untuk kalian semua.

Wallahu 'alam bishowab

Wassalamu'alaikum Warahmatulahi Wabarrakatuh

Gravitasi Bumi Vs Gravitasi Amal

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarrakatuh

Barrakallahu ala iqraihi :)

Kenapa kalau kita jatuh, pasti jatuhnya ke bawah? atau mengapa jika kita melempar suatu benda ke atas benda tersebut selalu jatuh lagi ke bawah? Kalau kita berjalan, duduk, berdiri, tidur, mengapa semua benda di bumi ini seakan-akan menempel di permukaan bumi/lantai atau tanah? Jawabannya adalah karena adanya suatu gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah.

Gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah itu disebut gaya gravitasi. Gaya gravitasi terdapat pada semua benda. Semakin besar massa/berat benda tersebut, semakin besar pula gaya gravitasi yang ditimbulkannya.

Di dalam kelas, seorang guru melempar sebuah spidol ke atas. Lalu menangkapnya kembali, saat spidol kembali jatuh ke arahnya. “Hup..kena!!”
“anak-anak itulah Gravitasi. Seperti spidol yang bapak lempar tadi, ketika spidol bapak lempar ke atas, maka spidol itu akan tertarik kembali ke bawah.




Lalu saya berpikir…begitu pulakah dengan amal kita?? Saat kemaksiatan, saat ucapan kasar serapah, saat kita menggunjing, saat kita ghibah, saat kita memfitnah, saat kita mencemooh saudara kita, saat kita sombong, saat kita berdusta, saat kita mencaci dan mencela, saat kita menghina, saat kita marah dan membenci dan berjuta kemaksiatan dan kedurkaan yang kerap kita lakukan baik secara sadar ataupun tidak, akan kah kembali balik ke diri kita sendiri? Apakah mungkin ada gaya gravitasi amal..??

Astaghfirullah…ternyata memang seperti itulah adanya. Bahwa setiap kita melempar kata kata yang buruk, maka sesungguhnya ia kembali kepada diri kita sendiri. Seperti melempar bola ke dinding, yang memantulkan kembali bola secara lebih cepat..”duk, wussss..”

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (biji atom), niscaya dia akan menerima (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah (biji atom) pun, niscaya dia akan menerima (balasan)nya.” (QS. Al-Zalzalah [99]:7-8)

Maka mulut ini memang harus selalu dijaga dengan baik, lisan ini memang harus dipagari dengan rapat, hati ini harus dididik mencintai masjid dan al-qur’an. Mata ini harus dilatih untuk terpejam pada pemandangan tak pantas, telinga ini pun harus ditutup rapat dari desah maksiat yang menggema, tangan ini pun seharusnya lebih banyak belajar berderma.

Rasulullah dan para sahabat adalah generasi yang dicintai dan mencinta Allah. karena sikap, kata dan perbuatan mereka selalu selaras, seirama, senada dengan apa yang di kehendaki Tuhannya.

Iblis, Jin, Syetan, Fir’aun, Qorun, dan seluruh antek-anteknya sampai saat ini adalah generasi yang dibenci Allah karena tak mengikuti titah Tuhannya.
dan siapakah kita diantara dua golongan diatas??
Terentuh saya pada sebuah penelitian yang menakjubkan oleh Dr. Emoto. Yang mengungkap tentang keajaiban air yang begitu menarik. Dan saya pikir, keajaiban air ini memiliki hubungan dengan gaya gravitasi bumi dan kualitas hidup kita. Hmmm…menarik kita simak
Dalam buku The True Power of Water karya Dr. Masaru Emoto yang mengungkap sebuah fenomena menarik tentang air. Menurut Emoto, air bisa "mendengar" kata2, "membaca" tulisan, dan "mengerti" pesan dan serta merekam pesan seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yg lain.

Pada penelitiannya, Dr. Emoto mencoba ketika air dibacakan doa kebaikan, dituliskan kata-kata positif (cinta, damai, kasih sayang, maaf, indah, dsb) maka air akan membentuk kristal air laksana makhkota yang indah dan menakjubkan. Dan ketika air didengarkan atau dituliskan kata-kata negative maka air akan hancur atau berbentuk kristal yang mengerikan.

Subhanalllah…dan marilah kita lihat diri kita sendiri.Dari informasi yang saya dapat, tubuh kita memiliki kandungan cairan yang lumayan banyak sekitar 55-80 persen..woww!! fantastis!

Nah pertanyaannya, jika kita hubungkan hasil penelitian Dr. Emoto dengan diri kita sendiri sebagai manusia yang selalu bersentuhan dengan segala aktivitas harian, baik di rumah, di lingkungan, di sekolah, di kampus, di kantor, di pasar, dan dimana saja. Adakah kesadaran diri bahwa segala tindak, perbuatan, sikap dan perkataan yang tak pantas kita lakukan sering terjadi dalam keseharian?? Jika ya, maka perhatikanlah hidup kita!! Maka sadarilah perkataan yang tak pantas sangat mempengaruhi kualitas air dalam tubuh kita. Sehingga menyebabkan kualitas hidup yang berantakan dan ambu radul. Jika yang keluar dari mulut atau sikap kita adalah positif maka akan mempengaruhi juga kualitas hidup yang positif pula. Seperti hukum gravitasi bukan?? Apapun yang kita lempar akan kembali ke diri kita!! Bahkan jatuhnya benda itu jauh lebih keras daripada saat kita melemparnya ke atas!

Jadi, hati-hatilah dalam melempar kata ataupun bertindak yang tak seirama dan senada dengan kehendak Allah Azza Wajalla

"Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al Qur'an) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka Sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri, dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri, dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu". (QS. Yunus ; 107-108)

Wallahu’alam bissowab

"THE ONLY LIVING SAHABI"

Subhanallah 

Ini bukti kekuasaan Allah yang lain yang ingin ditunjukkan pada hamba-hambaNya. Pohon Nabi, atau Pohon yang pernah menaungi Nabi Muhammad Saw. dari terik matahari ini masih hidup subur di tengah padang gersang. Padahal di sekitarnya tidak ada pohon lain. Pohon Nabi ini sudah berumur ribuan tahun, namun anehnya Pohon Nabi ini masih hidup dan berbuah sampai sekarang.


Pohon Nabi ini sekali lagi menjadi bukti kenabian Nabi Muhammad Saw. Dan sepertinya Pohon Nabi ini sengaja dibiarkan hidup oleh Allah Swt. agar menjadi pengingat, kenangan dan bukti sejarah masa lalu. Pohon ini adalah pohon yang penuh keberkahan, pohon ajaib, pohon keramat dan pohon yang aneh.

Dulu ketika Rasulullah Saw. melakukan perjalanan menuju Syam bersama Maisarah (pembantu Sayyidatuna Khadijah Ra.) untuk berdagang, Rasulullah Saw. pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana. Pada saat Rasulullah Saw. berteduh di bawahnya, dahan dan ranting-ranting pohon ini bergerak menaungi beliau Saw. dari panasnya terik matahari.

Seorang rahib (pendeta) yang melihat kejadian ini, lantas mendatangi Maisarah dan menunjukkan kepadanya pohon tempat berteduh Rasulullah Saw. itu seraya berkata: "Hanya seorang Nabi saja yang berteduh di bawah pohon itu."


Lihatlah sampai hari ini pohon tersebut tetap subur bahkan di tengah-tengah padang pasir yang kering kerontang dan tidak ada tumbuhan yang hidup seperti itu. Allah Swt. menghidupkannya dengan kehendaknya.

Inilah pohon yang memahami cinta buat Nabinya Muhammad SAW, Pohon yang diberkati.

Sampai sekarang pohon ini masih hidup di Yordania. Sebab itu ia dijuluki "the only living Sahabi" atau "sahabat Nabi yang masih hidup".

Pohon ini terletak di tengah padang pasir bernama Buqa'awiyya di negara Yordania. Dari segi geografis, ia dekat dengan kota Bosra di Suriah.
Sebagaimana kita tahu, Rasulullah SAW dua kali tiba di Bosra:
1. Ketika bersama pamannya Abu Thalib saat berumur 12 tahun & bertemu dengan Rahib Buhaira dan ketika itu Buhaira melihat tanda kerasulan beliau SAW di belakang bahu seperti tercatat dalam kitab injil tentang tanda kerasulan nabi akhir zaman.

2. Kali kedua Rasulullah SAW ke Bosra membawa barang dagangan Sayidatina Khadijah.


Select Your Language

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : Tato