Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Saturday, 24 May 2014

Semua orang pasti mengalami kesedihan



Semua orang pasti mengalami kesedihan, begitulah memang, kita semua hendaknya mengingatkan diri kita masing-masing bahwa seluruh bani adam yang ada dimuka bumi ini, meski berbeda tempat dan derajatnya sendiri-sendiri, semua pasti ditimpa kesedihan dan hal-hal yang tidak diinginkan, sama seperti hal-nya yang dialami orang lain. Karena itu, hendaklah orang yang sedang bersedih hati menghibur dirinya, bahwa bukan dia sendiri yang mengalami kesedihan. Itulah sebabnya Allah ta’ala menghibur Nabi-Nya dan para sahabatnya ketika mereka mendapat musibah besar pada perang Uhud, umpamanya. Waktu itu Allah SWT berfirman yang artinya :

“Jika kamu (pada perang uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum kafir itupada perang badar telah mendapat luka yang serupa.... .” [QS. Ali Imran : 140]

Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakita (pula) sebagaimana yang kamu derita. [QS. An-Nisa’ : 104]


Seorang ulama salaf berkata : “Di  antara hal-hal yang paling efektif bagi orang yang terkena musibah ialah hendaknya ia memadamkan api musibahnya dengan embun keteladanan yang telah dicontohkan oleh orang lain, yang juga terkena musibah. Dia hendaknya juga menyadari bahwa disetiap desa dan kota, disetiap rumah, bahkan dimana saja, selalu ada orang yang terkena musibah.” [Tasliyat Ahl al-Masha’id, hal. 20]

Tetaplah Semangat

Assalamu'alaikum Warrahamatullahi Wabarakatuh


Tidak ada gunanya berkeluh kesah dan bersedih hati, kalau hanya untuk menyesali suatu musibah yang telah terjadi. Bersedih hati hanya akan menambah penderitaan dan sakit hati, karena taqdir Allah akan tetap berlaku tanpa diragukan. Bersedih hati dan menyesal hanya akan membuat musibah akan terasa berat dalam hati dan kepedihan menjadi berlipat-ganda. Sebaliknya, dengan bersabar dan memohon kepada Allah, maka semua akan menjadi kecil, bahkan mungkin tidak terasa sama sekali.

‘Ali bin Abi Thalib berkata: “ sesungguhnya jika kamu bersabar, maka taqdir apapun yang berlaku pada dirimu, kamu akan mendapat pahala karenanya. Sebaliknya, jika kamu berkeluh kesah, maka taqdir akan tetap berlaku pada dirimu, sedang kamu berdosa”. [Minhaj Al-Abidin karya Al-Ghozali, hal. 239]

Oleh karena itu, Tinggalkan kesedihan, dan bersabarlah...jika kamu bersabar akan ada pahala untukmu, tetapi jika kamu berkeluh-kesah dan bersedih hati, semua itu takkan bisa mengubah yang telah terjadi, dan kamu akan berdosa dengan ketidaksabaranmu.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“ Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin, sesungguhnya segala urusannya menjadi kebaikan, dan itu tidak terjadi pada siapapun, kecuali pada orang yang beriman. Jika ia dikaruniai kesenangan, lalu dia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Begitu juga jika ia ditimpa musibah, lalu dia bersabar, maka itu pun menjadi kebaikan baginya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2295, no. 2999]

SEMANGAT...

SEMANGAT... 

DAN SEMANGATLAH ^_^

Friday, 23 May 2014

Musibah Hanyalah Sementara

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Allah berfirman:

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. [QS. Insyiraah: 5-6].

Hasan Al-Bashri berkata bahwa dulu orang-orang mengatakan: “ satu kesulitan takkan mengalahkan dua kemudahan”.(Tafsir Ibnu Katsir 4/525) maksudnya, kesulitan yang dirasakan dalam dua keadaan, rasanya sama saja. Adapun kemudahan rasanya berbeda-beda. Jadi, kesulitan yang pertama sama saja dengan kesulitan yang ke dua, sedang kemudahan itu berbeda-beda.

Janji Allah Adalah benar, sesungguhnya jika kamu mengalami kesulitan, ketahuilah sesudah kesulitan itu ada kemudahan, bersabar dan tetap beprasangka baiklah terhadap Allah apapun kesulitan yang menimpa dirimu, dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan.

Semua ketetapan Allah yang ditetapkan pada hambanya tak ada yang sia-sia, walaupun itu suatu kesulitan, tetapi dibalik itu ada pelajaran yang dapat dipetik, mungkin akal kita yang tidak bisa  menerima kesulitan itu, tetapi Allah telah menyiapkan segalanya, mungkin dengan melalui jalan kesulitan itulah, kebahagiaan akan kamu dapatkan, atau kesuksesan akan kamu raih.

Karena itu, Wajiblah bagi seorang muslim berbaik sangka terhadap Rabbnya dan menyadari bahwa berbaik sangka terhadap Allah SWT merupakan ibadah dan pendekatan kepada-Nya yang berpahala. Rasulullah bersabda :

Sesungguhnya berbaik sangka itu termasuk ibadah yang baik.[HR. Imam Ahmad 2/297]

Wednesday, 21 May 2014

(بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ) Kehebatan Bismillahirrahmanirrahim

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
“Kehebatan Bismillahirrahmanirrahim! Barangsiapa mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim banyak-banyak dengan harapan mendapat rezeki, nescaya akan diberikan Allah rezeki dengan mudah dan tidak terduga olehnya. Serta, diberi kurnia kehebatan di hati manusia dan di sisi alam yang tinggi (yakni Malaikat) dan alam yang rendah (yakni manusia dan lain-lain makhluk Allah di muka bumi).

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Sabda Rasulullah s.a.w.: “Adalah Jibril apabila datang kepadaku, yang pertama diberikannya kepadaku ialah Bismillaahir rahmaanir rahiim.” (Darulquthni dan Ibnu Umar r.a. )

Sabda Rasulullah s.a.w.: “Itulah isim dari asma Allah. Tidak lain antara ia dengan nama Allah, ‘Akbar’ seperti putih mata dengan hitamnya. Begitulah dekatnya.”
Demikianlah jawapan Rasulullah s.a.w ketika ditanya oleh Utsman Ibnu Affan berkenaan Bismillah.
Sabda Baginda s.a.w. lagi: “Ismullahil-A’zham ialah Allah. Apakah engkau tidak lihat bahawasanya pada semua pembacaan Al-Qur’an dimulai dengan Bismillaahir rahmaanir rahiim sebelum menyebut nama-nama Allah yang lain.” ( Riwayat Imam Bukhari dari Jabir )
Bersabda Nabi s.a.w.: “Ketika turunnya Bismillaahir rahmaanir rahiim, bergembiralah ahli langit dari bangsa Malaikat, bergoncanglah ‘Arasy kerana turunnya. Turut serta bersamanya 1000 Malaikat. Dan, bertambahlah iman para Malaikat. Dan, tunduklah segala jin dan bergetar segala planet. Gementar segala sendi-sendi kerana turunnya.”
Dari Abu Na’im dan Ibn Sunni dari Siti Aisyah r.a.:

“Ketika turun Bismillaahir rahmaanir rahiim, mengucap tasbihlah gunung-ganang hingga dapat mendengar para penduduk Mekah dan sekitarnya. Lalu mereka berkata: “Rupanya Muhammad yang menyihir gunung-gunung itu.” Kemudian Allah bangkitkan awan hingga meneduhkan penduduk Mekah.”
Sabda Rasulullah s.a.w.: “Barangsiapa membaca Bismillaahir rahmaanir rahiim dengan penuh yakin, akan bertasbihlah gunung-ganang. Cuma sahaja ia tidak dapat mendengarnya.”
Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Barangsiapa mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim dan laa haula walaquwwata illaa billaahil aliyyil adzhiim, Allah lepaskan dia dari 70 pintu bala dan kesukaran, dukacita dan kesakitan.”
Dari al-Waqii dan atas-Tsa’labi dari Ibnu Mas’ud r.a.:

“Barangsiapa ingin dipelihara oleh Allah dari seksaan Neraka Zabbaniah yang sembilan belas, maka hendaklah dia mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim. Kerana Allah menjadikan tiap-tiap huruf Bismillah itu sebagai perisai.”
Dari ad-Dailami dari Ibnu Mas’ud r.a., bersabda Rasulullah s.a.w.: “Barangsiapa membaca Bismillaahir rahmaanir rahiim, dituliskan baginya tiap-tiap huruf 4000 kebajikan, dihapuskan darinya 4000 keburukan dan diangkat dia 4000

darjat.”
Bersabda Nabi s.a.w.: “Jin itu suka memakai barang-barang kepunyaan manusia dan pakaian mereka. Oleh itu, barangsiapa mengambil atau menaruh pakaian, ucapkanlah Bismillaahir rahmaanir rahiim. Kerana sesungguhnya nama Allah yang dibacakan di situ merupakan cop mohor Allah.”
Pengertian dari hadith di atas ialah hendaklah kita mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim setiap kali kita menyimpan atau mengambil barang-barang kepunyaan kita agar terjaga daripada jin dan syaitan. Bukan sahaja kita mendapat pahala dari mengucapkannya tetapi juga mendapat keberkatan dan keselamatan sama ada atas harta-benda mahupun diri dan segala usaha kita.
Dari Anas bin Malik bersabda Nabis.a.w.:

“Andaikata pepohon dijadikan pena dan lautan dijadikan tinta, lalu dikumpulkan semua jin, manusia dan Malaikat untuk membuat buku dan menulis erti Bismillaahir rahmaanir rahiim selama sejuta tahun, mereka tidak akan sanggup mengertikannya walau hanya satu persepuluh darinya.”
Bersabda Rasulullah s.a.w.: “Ada suatu kaum yang datang pada Hari Qiamat nanti dengan mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim. Lebih berat kebajikan mereka dari keburukan mereka. Lalu berkata umat-umat yang lain: “Alangkah beratnya imbangan amal kebajikan mereka.”
Sesungguhnya, adapun yang menjadi sedemikian kerana mereka sentiasa memulai segala perbicaraan mereka dengan Bismillahir rahmaanir rahiim. Kerana ia adalah Isim Allah Yang Maha Agung. Jika sekiranya diletakkan langit dan bumi serta segala isinya ke atas neraca timbangan, nescaya beratlah lagi kalimah Bismillaahir rahmaanir rahiim.”
Dari Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w.bersabda:

“Apabila engkau berwuduk, ucapkanlah Bismillaahir rahmaanir rahiim kerana Malaikat penjagamu tidak kan berhenti menuliskan kebajikan bagimu sehingga engkau selesai. Dan, apabila engkau ingin bersatu dengan isterimu, ucapkanlah Bismillaahir rahmaanir rahiim kerana sesungguhnya Malaikat penjagamu akan menuliskan kebajikan bagimu hingga selesai engkau mandi janabah. Jika dari persetubuhan itu lahir seorang anak, akan dituliskan bagimu kebajikan menurut bilangan nafasnya dan bilangan anak-cucunya hingga tidak dikecualikan walau seorang.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a. telah bersabda Rasulullah s.a.w.: “Barangsiapa di antara kamu apabila ia akan bersetubuh dengan isterinya, lalu dia mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim dan berdoa, “Ya Allah, jauhkanlah Syaitan daripada kami dan jauhkanlah Syaitan itu daripada apa yang Engkau kurniakan untuk kami”, maka jika
sesungguhnya Allah takdirkan dari persetubuhan itu lahir seorang anak, tidak akan dapat Syaitan memudaratkannya untuk selama-lamanya.”
Dikisahkan di dalam Kitab Khozinatul-Asror bahawasanya Allah Ta’ala itu mempunyai 3000 nama yang mana 1000 nama hanya diketahui oleh para Nabi-Nabi Allah, 300 nama disebutkan di dalam Kitab Taurat, 300 nama disebutkan di dalam kitab Injil, 300 nama disebutkan di dalam Kitab Zabur, 99 nama disebutkan di dalam Al-Qur’anul kariim manakala 1 berada di sisi Allah.
Dan, adapun makna daripada keseluruhan 3000 nama ini terhimpun di dalam 3 nama-nama Allah yaitu Allah, Arrahmaan dan Arrahiim yang termaktub pula di dalam kalimah Bismillaahir rahmaanir rahiim. Maka, barangsiapa mengajarkan dan mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim umpama ia menyebutkan keseluruhan 3000 nama-nama Allah. Adapun sesungguhnya kalimah Bismillaahir rahmaanir rahiim itu ada sembilan belas huruf dan Malaikat-Malaikat penjaga Neraka itu juga ada sembilan belas. Maka, barangsiapa membaca Bismillaahir rahmaanir rahiim dengan penuh ikhlas dan yakin kepada Allah, nescaya terhindarlah dia daripada siksaan Malaikat Zabbaniah.

Tuesday, 20 May 2014

Bahagia Itu Mudah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarrakatuh

Pembaca yang dirahmati Allah, Manusia dengan fitrahnya ingin bisa hidup berbahagia, berbahagia atas dirinya dan juga orang-orang yang dicintainya. Segala daya dan upaya terus dikejarnya guna mencapai kata bahagia. Namun terkadang bahagia belum juga bisa diraihnya, kenapa demikian?
Karena manusia belum menjadikan bahagia berorientasikan pada akherat yaitu kehidupan yang berkekalan, adapun mereka yang mengejar bahagia dengan tidak melupakan tujuan hidup sebenarnya di dunia sebagai hamba Allah ta’ala, merekalah yang akan dengan mudah bisa berbahagia karena sudah mengikuti perintah Tuhannya.
14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

15. dan Dia ingat nama Tuhannya, lalu Dia sembahyang.
16. tetapi kamu memilih kehidupan duniawi.
17. sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS : Al A’laa ayat 14-17)

Sungguh berbahagia tidaklah sulit, berbahagia adalah hak setiap manusia yang Allah ta’ala karuniakan sebuah segumpal darah bernama hati di dalam dadanya manusia. Bahagia tidaklah sesulit yang dibayangkan, karena bahagia bukanlah beban yang memberatkan di setiap pundak manusia.
Setiap orang bisa dengan mudah mendapat kebahagiaan jika dia pandai menempatkan sesuatu pada tempatnya, dia senantiasa pandai bersyukur disaat karunia Allah ta’ala datang padanya, dia juga pandai bersabar disaat musibah datang menimpanya. Dia tidak pernah luput dari mengingat akan kebesaran Allah ta’ala, dia juga tidak pernah iri melihat apa yang dimiliki oleh orang lain melainkan dia tetap bersyukur atas segala pemberian Tuhan yang ada padanya. Karena dengan sifat inilah manusia bisa berbahagia dengan sangat mudah.
Ibarat seseorang yang sedang mengangkat dua ember berisi air, dia tetap fokus pada apa yang sedang dibawanya dan tetap membawa dua ember tersebut menuju rumahnya dan pada akhirnya air tersebut bisa dirasakan manfaatnya, adapun jika dia tergesa-gesa untuk mengambil beban lima ember, ini hanya akan memberatkannya, apalagi jika ingin mengambilnya sekaligus tentu ini akan membuatnya berjalan dengan tertatih-tatih dan pada akhirnya akan mengalami keletihan serta kepayahan.
Ini artinya pikiran dan perasaan manusia seyogyanya harus selaras dan serasi dengan kemampuannya, jika kita baru sanggup mengangkat dua ember maka angkatlah dua ember tersebut dengan sepenuh hati hingga bisa benar-benar bisa terbawa dan jika sanggup lebih dari dua ember maka belajarlah untuk memulai proses secara perlahan dan bekerja lebih keras.
Jika kita hubungkan pada realita kehidupan manusia dewasa ini, usahakan agar pikiran anda tidak terkontaminasi dengan banyaknya unsur-unsur penyebab ketidakbahagiaan. Sebagai contoh kecil saat seseorang sudah mulai terpengaruh dengan gaya hidup yang berlebihan, sedangkan dia memiliki kapasitas yang sangat terbatas dikarenakan keadaan ekonomi yang kurang mengijinkan, maka hendaklah seseorang ini berbuat sesuai dengan kapasitasnya.
Jangan sampai manusia lebih mendahulukan gengsi dan citra demi mengejar gaya hidup. Karena hidup dengan kepura-puraan bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kesalahan berpikir yang bisa mempengaruhi pola hidupnya menjadi tidak terarah.
Usahlah anda iri dengan hajatan besar-besaran, acara sunatan yang meriah, hingga resepsi pernikahan yang mewah nan wah dari kerabat, sahabat, rekan dan tetangga anda. Usahlah anda silau dengan mobil mewah tetangga anda yang baru saja dibelinya, usahlah anda iri dengan rumah mewah yang baru saja direnovasi oleh sahabat anda. Usahlah anda mempunyai banyak keinginan, ingin ini, ingin itu dan ingin banyak sekali sehingga memenuhi isi pikiran anda.
Mulailah satu persatu untuk mengerjakan apa yang ada di depan anda daripada anda menghabiskan pikiran dan waktu anda memikirkan bagaimana bisa seperti orang lain, bagaimanapun juga anda tidaklah mungkin menjadi orang lain, tapi menjadi lebih rendah atau lebih hebat dari orang lain itu sangat mungkin bagi anda. Jadilah diri sendiri dan mudahkanlah hidup anda sendiri dengan memposisikan diri dengan kemampuan dan potensi yang bisa melejitkan prestasi anda.
Mudahkanlah pola pikir dan pola hidup anda, karena dengan itulah anda akan dengan mudah berbahagia, memudahkan bukan berati menjadi pribadi-pribadi yang tidak berdinamika apalagi malas. Kerja keras tentu diharuskan bagi setiap insan agar kita bisa mencapai mimpi yang sekarang diharapkan.
Sungguh bahagia tidaklah sulit jika anda memposisikan bahagia dengan diri anda sendiri, bahagia adalah saat anda mengukurnya dengan kapasitas dan kemampuan anda sendiri bukan membandingkannya dengan prestasi atau apa yang dimiliki oleh orang-orang yang ada disekitar anda. Anda tidak perlu gelisah, resah, cemas apalagi tidak berbahagia saat melihat tetangga anda mempunyai rumah mewah, mobil mewah dan memiliki banyak perhiasaan. Tapi cukuplah apa yang anda lihat sebagai ujian dunia pada diri anda.
Bukan berarti anda tidak perlu mencontoh keberhasilan atau kesuksesan hidup seseorang, akan tetapi yang lebih penting adalah hiduplah dengan diri anda sendiri terlebih dahulu, hiduplah dengan kebahagiaan anda sendiri, karena anda tidak tahu bagaimana isi hati orang-orang yang anda kira bahagia dengan segala materi melimpah yang ada padanya atau segala deretan prestasi yang disandangnya. Sekali anda tidak akan pernah tahu, karena bahagia bukanlah diukur dengan yang nampak semata melainkan bahagia diukur dengan kekayaan hati seseorang.
Duhai jiwa
Apakah anda bercita-cita ingin menjadi orang kaya?
Bercita-cita ingin menjadi seorang PNS?
Ingin menjadi politisi dan menjadi anggota dewan?
Ingin memiliki pendamping hidup dari kalangan selebriti?
Ingin menjadi orang terkenal?
Atau bercita-cita ingin bisa keliling dunia hingga menembus benua Amerika?
Ingin melangsungkan akad nikah di depan ka’bah?
Lalu berbulan madu ke eropa dan timur tengah!
Memiliki banyak mobil dan rumah mewah nan megah?
Memiliki banyak perhiasan dan hidup dengan bergelimpangan harta?
Apakah ini yang menjadi cita-cita anda selama ini?

Duhai jiwa
Usahlah anda terbuai dengan tayangan yang melenakan diri!
Usahlah terbuai dengan gaya hidup orang lain yang selalu dipertontonkan, diperdengarkan dan didengung-dengungkan?
Tapi hiduplah dengan kenyataan anda saat ini!
Rajinlah belajar dan terus bekerja keras, buanglah rasa malas dan rasa gengsi yang bersemai di dalam diri!
Teruslah hidup dengan kenyataan, kenyataan yang sejatinya bisa membuat anda peka dan memahami akan arti sebuah kehidupan!

Sungguh bahagia tidaklah sulit jika kita bisa memposisikan diri dengan baik dan benar. Seorang muslim yang baik tentu harus mempunyai target dalam kehidupannya dan harus fokus dengan apa yang sedang dikerjakannya, bukan malah sebaliknya meratapi kesedihan di masa lalu atau takut menghadapi masa depan yang penuh lika liku sehingga menyebabkannya tidak bahagia dan berlarut dalam kesedihan serta terus pesimis dan tak memiliki keberanian untuk melangkah menjalani hidup.
Dengan kemampuan dan akal sehat yang Allah ta’ala karuniakan, seharusnya bisa menjadi barometer seorang muslim untuk mengejar target yang hendak dicapai dalam hidupnya. Adapun jika hasil yang didapat tidaklah sesuai dengan keinginan atau gagal dalam mencapai target, yang harus diperbuat oleh seorang muslim bukanlah bersedih hati melainkan melakukan evaluasi dan intropeksi diri.
Seseorang yang menautkan dan mencurahkan segala urusannya hanya kepada Allah ta’ala senantiasa akan diberikan taufik dan hidayah ketika hidup di dunia, serta dimantapkan agamanya dan diberikan ketenangan hati dan pikiran serta ketegaran jiwa dalam mengarungi luasnya samudera kehidupan.
Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, Maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS : Al Baqarah ayat 112)
Duhai jiwa
Bercita-citalah agar anda bisa berbahagia dengan mudah!
Karena dengan berbahagia anda sudah mendapatkan segalanya!
Adapun mereka yang memiliki dunia dan seisinya belum tentu bisa mendapat kebahagiaan!
Terkadang kita mendapati orang yang hidup dengan bergelimpangan harta dan popularitas sampai saat ini mereka masih haus akan bahagia!

Duhai jiwa
BERCITA-CITALAH UNTUK BISA BERBAHAGIA DENGAN MUDAH
 sumber : www.infoisco.com

Select Your Language

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : Tato